Masyarakat Surabaya Kini Bisa Bayar PBB Lewat ATM dan M-Banking

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya Yusron Sumartono saat menunjukkan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Mobile Banking e-Channel.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya Yusron Sumartono saat menunjukkan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Mobile Banking e-Channel.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meluncurkan terobosan baru untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Mobile Banking e-Channel.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya Yusron Sumartono menurutkan terobosan ini demi memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan yang mementingkan kecepatan.

“Ini memudahkan masyarakat Surabaya untuk melakukan pembayaran dimana saja dan kapan saja,” ujar Yusron Sumarton saat ditemui usai penandatanganan MoU dengan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk di Graha Sawunggaling, Rabu (1/6/2016).

Nantinya, seluruh pembayaran PBB melalui Bank Mandiri, akan dikumpulkan dan disetor ke bank daerah Kota Surabaya 1 kali 24 jam. Ia juga berharap agar seluruh SKPD yang menerima pembayaran atau retribusi bisa menggunakan pembayaran non tunai melalui fasilitas e-Channel perbangkan..

Jika hari ini peresmian khusus pajak bumi dan bangunan, kedepan sembilan (9) jenis pajak sudah bisa dibayar melalui e-channel perbankan. Saat ini pihaknya sedang merancang sistem, agar jenis pajak lainnya bisa dibayar melalui e-channel.

“Sementara ini kami memberikan kemudahan kepada wajib pajak dengan menempatakan mobil keliling di wilayah yang stretegis,” imbuh Yusron.

Yurson menambahkan, untuk warga yang melakukan penunggakan pembayaran. Pada menu ATM terdapat pilihan untuk membayar PBB di tahun keberapa. Ia menjelaskan, PBB dipilih karena sistem PBB merupakan sistem yang paling signifikan untuk untuk dikerjakan dalam waktu sekarang.

“Target pendapatan PBB di tahun 2016 ini sekitar 858 miliar, hingga akhir mei sudah tercapai 35%, dan jumlah ini akan terus berkembang kedepannya,” tegas Yusron.

Regional CEO Bank Mandiri Jatim, Agus Haryoto Widodo menambahkan transaksi melalui ATM dan e-Channel datanya langsung tersambung ke Pemkot Surabaya.

“Tapi pengguna dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 2 ribu,” pungkasnya.

Layanan pembayaran PBB seperti ini, bagi Mandiri hanya ada di Surabaya. Kemudahan lainnya, misalnya warga Surabaya berada di luar kota tetap bisa melakukan transaksi pembayaran melalui ATM di luar kota Surabaya.

“Kami berharap kemudahan layanan ini dapat memotivasi masyarakat dalam melakukan pembayaran PBB sesuai ketentuan dan tepat pada waktu,” tegas Agus,” tegasnya.

Selain kerjasama dengan Bank Mandiri, sebelumnya Pemkot Surabaya juga bekerja sama dengan Bank Jatim dan Bank BNI. Yang nantinya semua pembayaran dikumpulkan ke Bank Jatim dalam bentuk rekening tunggal.(bmb/gbi).