Media Asing Lansir Lokasi Serangan Teroris di Indonesia, Kapolri Ngaku Susah Mendeteksi

ilustrasi-terorismeGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Jaringan radio dan televisi Amrika Serikat, ABC News melansir data lokasi potensial serangan teroris di Indonesia. ABC mendapat akses daftar intelijen yang merinci tempat-tempat yang berpotensi diserang. Ada 34 tempat yang disebutkan dalam daftar ini.

Dari daftar itu disebutkan bandara internasional Soekarno-Hatta, Balai Kota Jakarta, Kantor Kedutaan Rusia dan Iran di Jakarta, sekolah internasional Intercultural School di Pondok Indah, serta tempat-tempat turis asing di Bali dan Pantai Senggigi di Lombok.

Daftar dibuat di bulan Juli dan baru diberikan kepada ABC baru-baru ini, sehingga belum ada verifikasi apakah tempat-tempat tersebut masih terancam atau tidak.

Dalam daftar juga tercantum rencana menyerang kantor kepolisian di Solo, dimana awal Juli lalu seorang pengebom bunuh diri meledakkan dan menewaskan dirinya sendiri.

Termasuk dalam daftar ini adalah rencana untuk menyerang masyarakat Timur Tengah di Bogor, markas kepolisian di Jawa Barat, kawasan Menteng Jakarta yang dipenuhi warga asing dan kantor kepolisian Bima.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku semakin sulit melacak jumlah warga Indonesia yang pergi ke Suriah. Mereka ke sana menggunakan jalur yang mengecoh.

Menurut Kapolri, saat ini banyak trik dan jalur-jalur yang digunakan kelompok teroris yang bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Kapolri menyebut hampir 500 warga Indonesia bergabung dengan kelompok teroris di Suriah, tapi Kapolri mengaku jumlahnya bisa jadi lebih tinggi karena banyak diantara mereka yang tidak termonitor.

Kapolri menambahkan, pihaknya menyadari bahwa warga Indonesia masih berangkat ke Suriah.

“Mereka menggunakan banyak jalur dan cara-cara yang rumit. Kami melakukan langkah-langkah di sejumlah bandara, kami memiliki tim pengawas dari unit intelijen, terutama pada rute yang kita tahu sering mereka gunakan. Kami telah menangkap lebih dari 10 orang dalam beberapa bulan terakhir, tetapi lebih banyak yang lolos dari pengawasan,” beber Kapolri.

Ia juga mengatakan pihak berwenang sedang memantau sekitar 40 orang yang telah kembali ke Indonesia.(abc/ziz)

Tags: