Mengaku Ditipu Taat Pribadi Rp 500 Juta, Perempuan Baya Ini Lapor Polisi

Pemimpin Padepokan DImas Kanjeng, Taat Pribadi (tengah) digiring petugas ke penjara.

Pemimpin Padepokan DImas Kanjeng, Taat Pribadi (tengah) digiring petugas ke penjara.

GLOBALINDO.CO, PROBOLINGGO – Orang yang mengaku sebagai korban penipuan Padpeokan Dimas Kanjeng, Probolinggo, terus bermunculan. Kali ini, SM (55) warga Desa Kerampilan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, melapor ke Mapolres Probolinggo, Kamis (20/10), karena merasa ditipu dan telah menyetor uang Rp 500 juta ke pimpinan padepokan, Taat Pribadi.

SM didampingi suaminya SN, mengaku sakit hati atas perbuatan Taat Pribadi. Apalagi, salah satu korban pembunuhan di padepokan itu yakni Abdul Gani ternyata masih kerabat SM.

Korban mengaku tergiur dengan penggandaan uang yang dijanjikan Rp 1 juta berlipat menjadi Rp 1 miliar. Tetapi selama menjadi pengikut Taat Pribadi sejak tahun 2005 silam, dirinya tak pernah menikmati sepeser pun uang yang telah dia setorkan.

Bahkan ia harus kehilangan sawah dan harta bendanya yang habis dijual untuk membayar mahar pengikut Taat Pribadi.

“Total semua Rp 500 juta, setiap membeli jimat dan persyaratan lainnya dari Taat Pribadi, uang yang saya keluarkan paling sedikit Rp 2,5 juta. Selama sepuluh tahun ini saya total semua Rp 500 juta,” jelas SM kepada polisi dan wartawan di Mapolres Probolinggo, Kamis (20/10).

Perempuan baya itu sejatinya masih aktif menjadi pengikut Taat Pribadi hingga tahun 2016. Namun, ia memutuskan keluar dari padepokan setelah mendengar bahwa kematian Abdul Ghani ternyata karena dibunuh oleh orang suruhan Taat Pribadi. Saat itulah, ia baru sadar jika selama ini ditipu Taat.

“Sampai sawah saya jual, dan sebagian saya gadaikan serta harta benda lainnya sudah saya jual untuk membayar mahar. Karena setiap kegiatan dan jimat untuk mendatangkan uang itu harus dibeli dengan harga mahal,” ujar SM.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, mengatakan segera menindaklanjuti laporan SM.

“Akan kami tindak lanjuti sesuai dengan laporan korban ini. karena korban ini membawa barang bukti cukup banyak, seperti jimat dan benda lainnya yang dibeli ke Taat Pribadi,” terang Kapolres.

Taat Pribadi sendiri saat ini meringkuk di tahanan Mapolda Jatim dan menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap 2 mantan pegikutnya, Ismail Hidayah dan Abdul Ghani, serta kasus penipuan. Polres Probolinggo telah menerima laporan korban Taat Pribadi sebanyak 17 orang dengan total kerugian Rp 7,9 miliar.

Sebelum SM, pihak kepolisian juga menerima laporan dari Muhammad Ali, warga Kudus, Jawa Tengah. Priayang mengaku mantan Penasehat Padepokan Dimas Kanjeng itu mengaku tertipu dan menyerahkan uang Rp 35 miliar ke Taat Pribadi.

mengaku ditipu Taat seseorban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi satu per satu melapor ke Kepolisian Daerah Jawa Timur. Teranyar, , melapor dengan menyerahkan tiga koper mata uang asing dari berbagai negara.

“Korban mengaku tertipu Rp 35 miliar. Dia lapor dan membawa tiga koper berisi uang asing sebagai bukti,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, kemarin.

Argo menjelaskan, korban merupakan mantan penasihat hukum Padepokan Dimas Kanjeng. Awalnya, kata dia, korban diminta tolong Taat menalangi dana untuk padepokan. Dana itu diberikan secara bertahap sejak 2014. Korban menyanggupi permintaan itu dengan syarat ada jaminan. “Sebagai jaminannya, Taat memberikan tiga koper uang itu,” ucapnya. (dt/gbi)