Mengintip Geliat PSK Korea Bertarif Rp 1,2 Juta di Negeri Sakura

Para wanita pekerja seks komersial (PSK) lokal di Jepang bersaing dengan PSK dari Korea, China dan negara lain untuk mengais pundi uang dari menjajakan pelayanan seksual.

Para wanita pekerja seks komersial (PSK) lokal di Jepang bersaing dengan PSK dari Korea, China dan negara lain untuk mengais pundi uang dari menjajakan pelayanan seksual.

GLOBALINDO.CO, TOKYO – Bisnis prostitusi yang marak di Jepang ternyata memiliki daya tarik tinggi bagi para pekerja seks komersial (PSK) negara lain. Sebanyak 50 ribu wanita asal Korea Selatan bersaing dengan PSK lokal dan dari negara lain untuk menjajakan jasa pelayanan seksual di Negeri Sakura dengan tarif 10.000 setara Rp 1,2 juta untuk sekali kencan short time (60 menit).

Menariknya, ribuan  PSK Korea yang membanjiri Jepang justru semakin menggeliatkan bisnis prostitusi dan menekan harga kencan esek-esek di Jepang. Para PSK Korea terpaksa menurunkan banderol harga kencannya dari 15.000 Yen menjadi 10.000 Yen karena persaingan yang semakin ketat ini.

“Kompetisi juga menjadi semakin ketat, terutama mulai tahun lalu dan bahkan sejak dua tahun sebelumnya sudah dimulai,” papar penulis lepas dunia gemerlap malam, Yasuhiro Ebina seperti dilansir tabloid Nikkan Gendai. Yasuhiro mengatakan, selain PSK lokal, pesaing paling banyak berasal dari China.

Bukan hanya di sentra prostitusi (lokalisasi), persaingan dan tertekanya harga kencan seks juga berlaku pada pelayanan seksual di sute (aesthetic salon) dan pijat plus-plus. Tarif wanita pramu syahwat turun dari 12.000 yen (Rp 1,4 juta) menjadi 8.000 yen (Rp 933 ribu).

PSK Korea di Jepang menunggu lelaki hidung belang dan pelanggan yang menggunakan jasa pelayanan esek-esek di kawasan prostitusi.

PSK Korea di Jepang menunggu lelaki hidung belang dan pelanggan yang menggunakan jasa pelayanan esek-esek di kawasan prostitusi.

Dengan merogoh kocek sebesar itu, para lelaku hidung belang juga bisa menikmati permainan di bagian pribadi, misalnya menyaksikan PSK melakukan masturbasi, maupun pertunjukan erotis.

“Semua harga itu semakin jatuh. Seentara PSK Korea lumayan cantik, putih tinggi seperti model, seperti orang Jepang juga, semua berkat operasi plastik sehingga mereka tambah cantik dan vaginanya tambah rapat seperti gadis,” papar Ebina.

Suguhan yang beraneka dan menggiurkan dari PSK Korea ini menjadi magnet sendiri yang membuat mereka banyak diminati para penikmat jasa seksual di Jepang. Selain tentu karena paras yang cantik dan tarif sewa mereka relatif lebih murah dibanding PSK negara lain.

Tetapi dampak membahayakan dari maraknya prostitusi dan perilaku seks bebas ini membuat potensi penyebaran pemnyakit kelamin menular di Jepang semakin mengkhawatirkan. (gbi)