Menikmati Keindahan Panorama Kota Surabaya Pada Malam Hari

oleh
Sejumlah pernak pernik lampu yang dipasang di salah satu kawasan di Surabaya. Jernihnya air Kali Mas dan terangnya malam semakin memperindah panorama yang ada di sekitarnya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ada yang berbeda saat kita melintas di sejumlah kawasan yang ada di Kota Surabaya sekarang. Perubahan itu tampak jelas terutama pada saat malam hari.

Bukan karena semakin banyaknya gedung pencakar langit yang berdiri dengan gagahnya, atau kehidupan malam yang seolah tidak ada matinya. Namun, kita akan dibuat takjub dengan keberadaan pernak pernik lampu yang menghiasi sejumlah kawasan di kota pahlawan.

Lampu-lampu itu diharapkan mampu untuk menumbuhkan kesan cantik dan sedap dipandang mata bagi warga baik saat melintas maupun bagi mereka pecinta fotografi. Selain memperindah estetika kota.

Hasilnya pun menakjubkan seperti yang terlihat di kawasan sungai Kali Mas. Salah satu ikon kota Surabaya itu semakin indah dengan adanya cahaya yang berasal dari pernak pernik lampu di sekitarnya.

Kawasan Kali Mas misalnya. Saat ini, salah satu ikon Kota Surabaya itu semakin cantik pada saat malam hari.

Jernihnya air di Kali Mas, ditambah terangnya sinar rembulan serta sorot pernak pernik lampu di sekelilingnya semakin memperindah panorama yang ada.

“Biar masyarakat memiliki nuansa dan suasana baru sekaligus untuk wisata agar warga Surabaya tidak bosan,” ujar Kabid dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Ruang Terbuka Hijau Ipong Wahyu selulernya, Senin, (23/4/2018).

Cara cukup kreatif dipilih pemerintah kota dalam menentukan  model lampu yang akan dipasang. Ada dua jenis lampion yang dipilih, yaitu lampu dengan desain layang-layang dan bintang.

Hebatnya lagi, ide konsep ini tidak hanya dilakukan DKRTH saja, melainkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut membantu seperti halnya Dinas Perdagangan (Diseperindag).

Untuk bentuk lampion layang-layang dikerjakan pelaku UMKM di bawah naungan disperindag. Sedangkan bintang dan bola-bola di pedestrian, DKRTH yang membuat lalu dikonsultasikan ke Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Bahkan sebelum dipasang, lampu hias dan lampion sudah ditentukan dan disesuaikan dengan lebar jalan. Semuanya sudah diperhitungkan dari awal.

Saat ini, jumlah lampion berbentuk layang-layang sebanyak 75 buah sedangkan yang berbentuk bintang sebanyak 30 buah. “Khusus lampion bintang tersebar di 6 titik yang mana di setiap lokasi terdapat 5 lampion bintang,” kata Ipong.

Ke depan, DKRTH akan memasang lampu hias di beberapa lokasi diantaranya, kawasan mayjend Sungkono, jalan Tunjungan dan Urip Sumoharjo. Sedangkan lampion berbentuk bintang dan layang-layang akan dipasang di Jalan raya Darmo, Tunjungan dan Kertajaya.

“Model pasti akan diubah dan jumlah akan ditambah,” jelasnya.

Dikarenakan lampion dan lampu hias dinyalakan pada malam hari serta mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, Ipong menyampaikan bahwa DKRTH utamanya mereka yang bekerja di sie dekorasi sudah menyiapkan tenaga lapangan untuk memantau keberdaan lampu-lampu tersebut.

“Ada 15 orang yang bertugas dan terbagi menjadi dua shift (pagi dan malam),” terang Ipong. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *