Menkeu Akui Denyut Ekonomi RI Lemah

No comment 176 views
Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan.

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui  peregerakan ekonomi RI hingga hari ini masih lesu. Pengakuan ini sependapat dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan perekonomian Indonesia pada kuartal III 2016 hanya tumbuh 5,02 persen.

Dibanding kuartal III 2015, pengeluaran konsumsi pemerintah kuartal III 2016 minus 2,97 persen. Sri Mulyani mengatakan, dari data tersebut, pelemahan terjadi terutama pada pengeluaran konsumsi pemerintah.

“Saya hanya mengatakan, ini confirm ekonomi kita denyutnya memang melemah,” kata Sri Mulyani dalam acara Rapat Pimpinan Nasonal X Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 2016 di Kantor Pusat DJP Jakarta, Senin (7/11).

Ia mengatakan, turunnya pengeluaran konsumsi pemerintah disebabkan oleh pemotongan anggaran.

“Untuk kuartal III karena kemarin penundaan dan pemotongan anggaran. Karena memang dari sisi penerimaan kita melihat kemungkinan atau kemampuan kita untuk membelanjai APBNP 2016 sama sekali tidak tercapai, sehingga kita memang memprediksi shortfall Rp 218 triliun untuk penerimaan. Dan oleh karena itu belanja kita kurangi Rp 165 triliun baik pusat dan daerah,” jelas Menkeu.

Tercatat pengeluaran pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dibanding kuartal III 2015 tumbuh 4,06 persen. Namun, menurut dia pertumbuhan ini masih dianggap lemah.

“Yang berasal investasi pemerintah, investasi swasta, perbankan, capital market PMA, PMDN, BUMN semua dalam itu jumlah kuartal III tumbuhanya hanya 4,1 persen ini cukup lemah,” tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Bukan hanya itu, penurunan yang mendalam juga terjadi pada ekspor barang dan jasa. Dibanding dengan kuartal III 2015, ekspor barang dan jasa kuartal III 2016 minus 6 persen. Begitu pula dengan impor yang terkontraksi 3,87 persen.

“Yang patut untuk diwaspadai dari permintaan juga adalah ekspor dan impor negatifnya lebih dalam lagi kuartal III ini,” tandas Sri. (lpn/gbi)