Menkum HAM Ngaku Tak Bisa Benahi Lapas Overload Karena Bokek

Yasonna laolyGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna Laoly mengaku tidak bisa membenahi lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang melebihi kapasitas (overload) karena tidak punya uang alias bokek.

“Kita kekurangan uang untuk itu,” ujar Yasonna di Pusdiklat BPK, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).

Sebelumnya sempat terjadi kerusuhan di Lapas Kelas IIA Gorontalo pada Rabu (1/6/2016) dini hari. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly mengakui, kondisi di dalam lapas tersebut memang melebihi kapasitas.

Rasio jumlah napi dan kapasistas yang ada di Lapas Gorontalo tersebut mencapai 200 persen. Yasonna mengatakan bahwa penyebab utamanya karena pemerintah kekuarangan uang. Namun, ia tidak akan melakukan pemindahan napi seperti di Bali.

“Melebihi sedikit saja. Ya itu kalau dibandingkan yang lain kan ada (melebihi kapasitas hingga) 400-500 persen, jadi itu aman-aman aja itu. Tapi seharusnya tidak boleh begitu. Tidak, tidak. Sementara seperti itu. Nanti kita lihat, kakanwil dan kalapas mau melaporkan, nanti saya cek,” tambahnya.

Namun, Yasonna mengatakan situasi lapas tersebut sudah terkendali sejak kemarin. Semua napi sudah masuk ke dalam blok masing-masing.
Ketika dilakukan razia, ditemukan beberapa senjata tajam yang berasal dari alat-alat kebersihan di lapangan. Menurutnya napi-napi yang melakukan pelanggaran hukum sudah dibawa ke Polda Gorontalo untuk diproses.(dtc/ziz)