Mimik Idayana Siap Mundur dari DPRD Dampingi Cak Nur Maju Pilbup Sidoarjo, Ini Dia Sosoknya

oleh
Mimik Idayana, Anggota raksi Partai Gerindra DPRD Sidoarjo yang siap mundur untuk menjadi bakal calon Wakil Bupati Sidoarjo mendampingi Bacabup Nur Ahmad Syaiuddin di Pilkada serentak 2020.

GLOBALINDO.CO, SIDOARJO – Sosok Mimik Idayana mendadak jadi perhatian publik. Namanya mencuat usai mendeklarasikan diri akan maju di gelaran Pilbup Sidoarjo 2020. Ini artinya, perempuan yang dikenal punya jiwa sosial tinggi ini harus melepas jabatannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo sekaligus merelakan kursi legislatif yang baru saja didudukinya.

Mimik Idayana adalah salah satu politisi muda yang baru saja menjabat sebagai anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi Partai Gerindra. Belakangan ini, namanya banyak dibicarakan para politisi dan kalangan birokrat. Itu karena dia digadang-gadang maju mendampingi Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin di kontestasi Pilbub Sidoarjo 2020.

“Saya siap dan terima kasih kalau diberi kepercayaan,” katanya kepada wartawan di panti asuhan miliknya, Baitun Ar Rahman Ar Rahim di Perum TNI AL Karang Tanjung, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (31/1/2020).

Srikandi pembaharu Sidoarjo ini bukanlah sosok yang asing bagi warga Kota Delta. Terutama bagi masyarakat di Kecamatan Candi, Tanggulangin, Jabon, Porong yang masuk Daerah Pemilihan II pada Pileg 2019 kemarin.

Namanya sangat populer dan dicintai sebagian besar warga di empat kecamatan tersebut. Terbukti, di dapil ‘neaka’ itu Mimik mampu mengungguli caleg incumbent Bambang Pujianto dengan meraih suara terbanyak yakni 20.746.

Mimik mengaku, keputusan besar yang diambilnya sudah melalui pertimbangan matang. Bahkan, ia mengaku sudah mendapat dorongan dari fraksi.

“Tujuh anggota fraksi mendukung saya untuk maju,” sambung istri anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Rahmat Muhajirin itu.

Alasan dirinya mau men­dampingi Cak Nur, karena sudah cocok dan sudah mengenalnya serta visi dan misi juga sama.

“Cak Nur juga orangnya tawadhu banget, apa adanya, nggak macam-macam, tidak punya kepentingan pribadi. Pokoknya sangat amanah,” ucapnya.

Menurut dia, sosok pemim­pin amanah itulah yang dibutuhkan Sidoarjo karena tujuannya akan memperhatikan rakyat di bawah, mulai kepedulian dalam memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan hingga pemerataan pembangunan.

“Saya yakin itu. Misi Cak Nur sama dengan saya, sama-sama ingin meningkatkan Sidoarjo lebih baik lagi. Bisa mengangkat terutama fakir miskin, sekolah-sekolah yang tak layak itu harus benar-benar kita perhatikan,” ujarnya.

Ketika disinggung soal jabatan yang sudah susah payah diraihnya, ia menyatakan sudah mendasari biat yang tulus demi memperjuangkan kesejahteraan ma­syarakat dan memaksimalkan pembangunan di Sidoarjo.

“Selama ini saya sering turun ke bawah, tapi ketika menjadi anggota dewan ternyata lebih maksimal. Saya rasa akan jauh lebih maksimal lagi kalau di eksekutif,” ucap perempuan yang selama ini dikenal sebagai pegiat sosial itu.

Keteguhan tekad Mimik me­nuai apresiasi dan dukung­an dari sejumlah elemen ma­syarakat. Haji Masnuh yang juga mantan Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018 di wilayah Sidoarjo menegaskan keduanya berduet karena dianggap bisa membawa banyak perubahan lebih baik bagi Kabupaten Sidoarjo.

Haji Masnuh sendiri menegaskan dirinya tak maju di Pilbup Sidoarjo 2020. Pengusaha yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU) itu lebih mendukung penuh kandidat lain yang juga Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur).

“Saya memberi kesempatan bagi yang muda, yang bisa menyelesaikan masalah Sidoarjo sekaligus membawa masyarakatnya lebih sejahtera. Menurut pandangan saya, orang itu adalah Cak Nur,” katanya.

Mengapa Masnuh lebih mendukung duet Cak Nur-Bu Mimik? Menurutnya, untuk membangun Sidoarjo tidak bisa dipimpin figur yang biasa-biasa saja. “Sidoarjo tidak bisa dipimpin orang yang ecek-ecek, ‘anak-anak’, atau tokoh ya yang begitu-begitu saja,” katanya.

Tapi Sidoarjo, tegas Masnuh, harus dipimpin sosok yang punya pengalaman, memiliki kapasitas dan integritas. Terlebih harus mengembalikan kepercayaan masyarakat, pasca Bupati nonaktif Saiful Ilah terjaring OTT KPK.

“Saya melihat Cak Nur dan Bu Mimik ini sosok yang jujur, bersih, pejuang, punya komitmen besar untuk membawa masyarakat Sidoarjo menuju kesejahteraan,” kata pemilik PT Masrur & Son, perusahaan yang bergerak di bidang kons­truksi baja tersebut.

Apalagi Cak Nur yang juga wakil ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo, tandas Masnuh, bisa diterima seluruh kalangan masyarakat, baik di kelompok NU maupun non NU.

“Cak Nur memang orangnya pendiam, tapi dia pekerja keras. Pengalamannya seba­gai Wabup mendampingi Haji Saiful Ilah juga menjadi modal berharga untuk memajukan Sidoarjo,” jelas mantan bendahara umum PBNU di era kepemimpinan almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

Mengapa tidak mendukung pasangan sesama kader NU? Menurut Masnuh, meski Sidoarjo mayoritas hijau, kenyataannya ada warna lain. Ada merah, kuning, biru dan lainnya.

“Untuk menyatukan masyarakat Sidoarjo, harus dirangkul semuanya, jangan hanya hijau. Harus bersiner­gi untuk bersama-sama mem­bangun Sidoarjo, dan men­dapat dukungan masyarakat secara luas,” katanya. (gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.