Mirwan Amir Mengaku SBY Abaikan Sarannya Hentikan Proyek e-KTP

oleh
Mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI 2009-2014 Mirwan Amir (kiri) dan pihak swasta Yusnan Solihin mengungkap fakta baru di persidangan kasus korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/1).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono disinyalir ikut memuluskan proyek e-KTP tahun 2011 dan 2012 agar berlanjut, meski saat itu sudah mulai bermasalah.  Sikap ini ditangkap mantan politisi Partai Demokrat Mirwan Amir usai melaporkan dan menyarankan kepada SBY agar proyek e-KTP agar dihentikan karena banyak masalah.

“Kebetulan ada acara Cikeas, kita bicara sekilas saja,” kata Mirwan saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan pada Kamis (25/1).

Saran Mirwan itu rupanya tidak mendapat respon positif dari SBY. Menurut Mirwan, saat itu SBY kukuh menghendaki agar proyek senilai Rp 5,9 triliun itu harus dilanjutkan.

“Tanggapan SBY ini menuju pilkada bahwa proyek ini harus diteruskan,” ujar mantan Anggota Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI 2009-2014 ini.

Mirwan pun hanya bisa maklum sarannya dianggap angin lalu mengingat posisinya hanya sebagai petugas biasa yang tidak punya jabatan penting di Partai Demokrat maupun pemerintahan. Karena itu, ia tak memiliki kuasa untuk menghentikan rencana proyek e-KTP.

“Paling tidak sudah disampaikan,” ujar Mirwan.

Mirwan bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP mantan Ketua DPR Setya Novanto. Pada sidang ini, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan lima saksi.

Dirinya berani mengajukan saran tersebut kepada SBY karena mendengar banyak masalah yang bermunculan di proyek e-KTP.  Informasi itu dia peroleh dari pihak swasta yang juga terkait dalam megaproyek ini, Yusnan Solihin.

Sementara dalam kesaksiannya, Yusnan mengaku memahami proyek e-KTP dari pembicaraannya dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong, broker proyek. Ia mengaku berteman dengan Andi juga Mirwan.

“Saya tahu proyek e-KTP dari Pak Andi karena dia membicarakan itu,” kata Yusnan saat bersaksi di sidang terdakwa Setya Novanto hari ini.

Tak sampai disitu, Yusnan juga berperan dalam proyek e-KTP sebagai integrator untuk memastikan proyek berjalan. Ia bekerjasama dengan salah satu agen Kojen, Wirawan Tanzil.

Posisi Yusnan sebagai Kojen merupakan merek produk automated fingerprint identification system (AFIS). Menurut Yusnan, Andi pernah ingin membeli produk Kojen.

Saat Andi menawarkan kerja sama dalam proyek e-KTP, Yusnan ingin mengkonfirmasi terlebih dulu. Hal yang ingin dikonfirmasi adalah apakah benar ada rencana proyek e-KTP.

“Proyeknya ada atau tidak. Pak Andi bilang konfirmasi aja ke Setya Novanto,” ujar Yusnan.

Yusnan kemudian meminta bantuan Mirwan Amir, untuk menanyakannya ke Setya Novanto. Yusnan perlu mengkonfirmasi terlebih dulu karena proyek itu memerlukan waktu pengerjaan tak sedikit. Yusnan mengaku bersahabat dengan Mirwan. (tpi/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *