Modus Jual Mobil Mewah untung Rp 10 M, Terdakwa Tipu Korban Rp 6 M Lebih

oleh
Terdakwa Dedy Hartono menipu korbannya dengan modus jual beli mobil mewah yang bisa meraup keuntungan Rp 10 miliar.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Terdakwa kasus penipuan, Dedy Hartono (38) tergoong licin dan berani menjalankan aksi jahatnya. Warga Jalan Mulyosari Tengah Surabaya ini berhasil menipu dan mengembat duit Rp 6.935.000.000 serta dua buah mobil mewah milik korbannya.

Aksi penipuan Dedy dilakukan dengan modus jual beli mobil. Ia mengimingi korbannya dengan penawaran 6 unit mobil mewah dengan harga miring dan pembeli akan meraup untung Rp 10 miliar.

Enam mobil mewah yang ditawarkan Dedy kepada korbannya yakni Land Cruiser, Vellfire, Harrier, Lexus, Range Rover, dan Maserati. Dedy mematok harga total Rp 8.165.000.000 untuk keenam mobil tersebut.

“Pak Dedy, menawarkan 6 unit mobil, tapi saya hanya tertarik dengan mobil yang merk Maserati saja. Lantas, pak Dedy menawarkan saya disuruh tetap membeli 6 unit mobil itu, dengan syarat pak Dedy mencarikan pembeli sisa mobil yang lain,” ucap saksi Jimmy Djunaidi di sidang terdakwa Dedy Hartono di PN Surabaya , Rabu (21/3).

Jimmy merupakan korban penipuan Dedy. Akibat tertipu rayuan Dedy, Jimmy mengalami kerugian lebih dari Rp 10 miliar berupa uang Rp 6.935.000.000 dan dua mobil mewahnya merk Porsche tahun 2014 No.Pol : L-1-ZZ dan Range Rover tahun 2014 No.Pol B-1-JTZ.

“Saya tertarik dengan penawaran terdakwa. Saya membayar Rp 6.935.000.000 melalui transfer ke rekening Pak Dedy pada 25 Nopember 2017. Sisanya saya bayar dengan dua unit mobil,” ujar Jimmy.

Saksi mengaku mobil Porschenya dihargai Dedy sebesar Rp 1.250.000.000. Untuk Range Rover dihargai Rp 2.750.000.000.

”Sebenarnya saya hanya tertarik dengan mobil Maseratinya. Tapi Pak Dedy mengatakan enam unit mobil itu harus dibeli semua,” imbuhnya.

Tetapi setelah dibayar semua, keenam mobil itu tak kunjung diserahkan kepada korban. Padahal, Jimmy mengaku bertemu dengan terdakwa pada 28 Nopember 2017 lalu.

“Saya hanya dikasih 1 unit mobil Maserati dan tidak sesuai dengan perjanjian dari awal,” kata saksi Jimmy.

Saat itu, terdakwa mengatakan tidak bisa menyerahkan lima mobil yang lain. Terdakwa juga tidak mau mengembalikan uang yang sudah dibayar korban serta dua mobilnya.

“Karena itulah, saya langsung melaporkan Pak Dedy ke polisi,” tandas Jimmy. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *