Mubahalah Buni Yani di Sidang Putusan: Mudah-mudahan Pnuduh dan Pemutus Perkara Dilaknat Allah

Buni Yani saat memasuki ruang sidang putusan.

GLOBALINDO.CO, BANDUNG – Terdakwa kasus pelanggaran UU ITE, Buni Yani menjalani sidang putusan di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017) hari ini. Sebelum menjalani sidang, Buni Yani mengeluarkan sumpah mubahalah.

Dalam sumpah mubahalahnya, Buni Yani menyatakan tidak pernah memotong atau mengedit video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu.

“Dalam persidangan yang mulia ini saya berulangkali menyampaikan mubahalah saya, sumpah paling tinggi dalam agama Islam. Saya tidak pernah memotong video dan bila hari ini saya diputus bahwa saya dinyatakan bersalah dalam perkara ini, orang yang menuduh dan orang yang memutuskan perkara ini karena telah menuduh saya memotong video, mudah-mudahan orang tersebut kelak akan dilaknat oleh Allah,” tegasnya.

(Baca Juga: 29 Pengacara dan Ratusan Massa Dampingi Buni Yani Jalani Sidang)

Usai memberikan pernyataan, Ketua Majelis Hakim, M. Saptono kembali melanjutkan sidang.

Sebelumnya, Buni Yani hadir dengan pengawalan ketat aparat. Tiba di ruang sidang, Buni Yani memekikan kalimat takbir.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” teriak Buni Yani disambut kalimat serupa oleh pendukungnya.

Sidang dibuka sekitar puku 09.10 WIB. Ketua Majelis Hakim M Saptono mengetuk palu sebagai tanda peraidangan dimulai. Buni Yani yang hadir dengan mengenakan baju putih dan celana krem, duduk di kursi terdakwa.(kcm/ziz)

Tags: