Mucikari Online di Surabaya Pasang Tarif Kencan Threesome Rp 850 Ribu

Siti Kurnia diringkus bersama PSk yang dijajakannya, AY saat memenuhi janji kencan dengan pelanggan di sebuah hotel di Jalan Embong Kenongo, Surabaya.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Bisnis prostitusi lewat jaringan online di Kota Surabaya terusmbermunculan. Baru-baru ini, polisi membongkar praktik bisnis lendir yang dijajakan media sosial dan menangkap Siti Kurnia yang menjadi mucikari.

Tersangka berusia 27 tahun itu kedapatan menjajakan perempuan  berinisial AY melalui facebook dan aplikasi WhatsApp.

“Perempuan warga Bulak Setro Surabaya berusia 27 tahun itu menjalankan bisnis prostitusi melalui sebuah grup di media sosial Facebook,” ujar Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Polisi Ruth Yeni kepada wartawan, Rabu (22/11).

SK bahkan terang-terangan melabeli grup facebooknya dengan memberi layanan jasa esek-esek. Di grup itu, tersangka mengunggah foto-foto para perempuan yang ‘dijualnya’, termasuk AY yang juga turut diamankan petugas.

Untuk sekali kencan dengan layanan short time (2 jam), SK memasang tarif RP 850 ribu. Bukan hanya AY, tersangka SK pun menerima booking-an dan bisa membeiri layanan seks threesome dengan AY.

”Dari tarif yang dipatok Rp 850 ribu itu, SK mengaku mengambil bagian separuhnya (Rp 425 ribu),” ujar Ruth.

Ruth mengataka, dari penawaran di facebook itu, tersangka melanjutkan transaksinya dengan pelanggan melalui WA (WhatsApp).  Tertangkapnya SK bermula saat dia bersama AY memenuhi janji kencan libido dengan pelanggannya di sebuah hotel di Jalan Embong Kenongo, Surabaya.

SK dan AY diamankan saat berada di sebuah kamar bersamalelaki hidung belang di sebuah kamar hotel tersebut. “Tetapi hanya SK yang menjadi tersangka. AY dan pelanggannya hanya korban,” kata Ruth.

Dari keterangan tersangka dan sakssi, SK yang tinggal di Jalan Bulak Setro Surabaya masih bertetangga dengan PSK binaannya itu. Tetapi kepada penyidik, SK berdalih baru pertama kali menjual tetangganya itu setelah mengeluh butuh uang dan dia berniat membantunya.

Polisi masih mengembangkan kasus ini. Ruth mengatakan grup Facebook yang menjadi sarana tersangka SK dalam menjalankan bisnisnya selama ini kerap digunakan oleh mucikari lain dalam menjalankan bisnis serupa.

“Sebelumnya kami juga pernah menangkap pelaku lain dari grup Facebook ini sehingga kami masih terus mengembangkan penyelidikan,” ujarnya. (son/ady)