Mucikari Prostitusi Online Diringkus saat Antar PSK ke Pelanggan di Mojokerto

oleh
Jajaran Subditreskrim Cyber Crime menggelar tersangka SI dan barang bukti praktik prostitusi online.
Prostitusi Online: Jajaran Subditreskrim Cyber Crime menggelar tersangka SI dan barang bukti praktik prostitusi online. Foto inset: Sejumlah PSK yang dijajakan melalui media sosial (ilustrasi).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Polisi terus membongkar maraknya bisnis prostitusi online di Jawa Timur. Belum lama ini, jajaran cyber crime Subditreskrim Polda Jatim meringkus seorang mucikari yang memperdagangkan PSK melalui media sosial facebook.

Mucikari SI (36) yang menjadi admin grup Facebook esek-esek diamankan saat mengantar PSK ke pelanggannya di sebuah hotel di Mojokerto, akhir pekan lalu.

“SI sendiri yang menentukan tempat di mana pembeli bisa bertemu PSK yang ditawarkan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, Selasa (2/5).

Untuk sekali kencan, SI menjajakan PSK binaannya ke lelaki hidung belang seharga Rp 1 juta hingga 2 juta. Dari tarif itu, SI mendapat bagian setengahnya yang dibayar di muka.

Penangkapan SI berawal dari aktivitas transaksi esek-eseknya melalui blackberry messenger (BBM) dengan pelanggan pada 20 April 2017 yang ternyata sudah diintai polisi. Seorang pelanggan meminta dicarikan cewek berstatus siswi SMA untuk diajak kencan di Surabaya.

Tersangka menyanggupi tetapi kencannya di Kota Mojokerto. Pelanggan dan tersangka sepakat dengan tarif kencan Rp1,2 juta.

Tersangka lalu menjemput cewek berinisial EEL (16) yang berasal dari Kediri dan dibawa ke sebuah hotel di Mojokerto. Di salah satu kamar hotel pelanggan menunggu. Tersangka menjemput lagi cewek dewasa berinisial SA atas permintaan pelanggan dan diantar ke dalam kamar. Cewek kedua dibanderol Rp700 ribu sekali kencan.

Dari kencan EEL, tersangka menerima bagian Rp200 ribu, sementara dari SA tersangka menerima Rp300 ribu. Tersangka ditangkap di parkiran hotel saat meninggalkan korban di kamar hotel. “Tersangka ini perekrut sekaligus muncikari,” kata Barung.

Warga Jombang, Jawa Timur, itu tidak perlu susah untuk mencari perempuan yang akan dijajakan. Kepada polisi, dia mengaku cukup membuat status mengajak gabung perempuan yang ingin mendapatkan tambahan penghasilan.

Hasil pelacakan tim cyber Ditreskrimum Polda Jawa Timur, ada puluhan perempuan yang bergabung dan siap menerima job dari SI. Mereka dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sebagian besar masih berusia di bawah umur. (kc/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *