Mulai Desember, Dishub Akan Terapkan Parkir Meter

Kepala UPTD

Kepala UPTD Parkir Surabaya Timur, Trenggono Wahyu Wibowo.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya akan segera menerapkan kebijakan parkir zona. Kebijakan itu untuk mengatasi parkir tepi jalan umum (TJU) yang disinyalir sebagai salah satu penyebab kemacetan.

Kepala UPTD Parkir Surabaya Timur, Tranggono Wahyu Wibowo menuturkan, nantinya kebijakan tersebut akan dikembangkan ke pemberlakuan tarif progresif di beberapa titik.

Pada tahap awal, dishub menetapkan 10 kawasan yang masuk parkir zona. Yakni, kawasan Jembatan Merah, Tugu Pahlawan, Taman Bungkul, balai kota, Jl Kertajaya, Jl Kedungdoro, Jl Tunjungan, Jl Embong Malang, Jl Kembang Jepun dan Jl Nyamplungan.

“Nanti kendaraan yang parkir di zona-zona tersebut akan dikenakan tarif lebih mahal dibanding area lain,” ujar Trenggono, Rabu (19/10/2016).

Tranggono menjelaskan, penentuan 10 kawasan yang masuk parkir zona mempertimbangkan 3 aspek. Pertama, lokasi tersebut merupakan pusat kegiatan masyarakat. Kedua, sering terjadi kemacetan dan mobilitas kendaraan tinggi.

Dari kesepuluh kawasan parkir zona tersebut, satu lokasi dipilih dishub untuk pemasangan alat parkir meter, yakni di area balai kota. Rencananya, 10 unit alat parkir meter akan dipasang di sepanjang Jl Jimerto dan Jl Sedap Malam.

“Uji coba alat ini dimulai dari lingkup terdekat dulu. Kami ingin mengedukasi mulai dari para pegawai pemkot, serta mungkin warga yang berkepentingan datang ke pemkot,” jelas Tranggono.

Dengan adanya alat parkir meter tersebut, transaksi pembayaran parkir menggunakan uang elektronik (e-Money). Menyadari bahwa pengguna parkir akan sedikit kesulitan karena belum terbiasa, dishub akan mengakomodir dengan menyiagakan juru parkir dengan kartu uang elektronik.

“Jadi, pemilik kendaraan bisa membayar di jukir, lalu jukir yang akan tab kartu uang elektronik ke mesin parkir,” urainya.

Adapun alat parkir meter menggunakan panel surya sehingga mampu beroperasi tanpa listrik. Jika penyimpan daya pada parkir meter dalam kondisi penuh, alat tersebut mampu beroperasi selama dua tahun dalam kondisi tanpa sinar matahari.
“Parkir meter juga terkoneksi dengan server dishub secara nirkabel. Dengan demikian, seluruh data transaksi dapat langsung terekam secara realtime,” pungkasnya. (bmb/gbi)