Munaslub Golkar: Akom-Novanto Bersaing, Priyo-Airlangga Jadi Kuda Hitam

caketum munaslub golkarGLOBALINDO.CO, BALI – Ajang Munaslub Partai Golkar berlangsung sengit. Dari delapan Caketum yang bersaing, setidaknya ada empat kandidat yang kerap menjadi buah bibir. Siapakah mereka?

Dua Caketum Golkar, Ade Komarudin (Akom) dan Setya Novanto saling menampakkan diri paling kuat dalam bersaing. Bahkan, mereka kerap terlibat saling serang. Situasi ini bisa memungkinkan Caketum kuda hitam muncul membuat kejutan.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio melihat, Munaslub Golkar tak akan berakhir aklamasi. Sebab peta dukungan DPD I dan II sebagai pemilik suara di Golkar masih sangat cair.

“Munaslub Golkar kelihatannya akan dua. Sulit terjadi apabila mencermati peta kekuatan saat ini,” kata Hendri kepada wartawan, Sabtu (14/5/2016).

Hendri mencoba membaca peta dukungan jelang Munaslub Golkar. Untuk DPD I memang mayoritas disebutkan di kubu Setya Novanto. Namun untuk DPD II masih sangat cair, isu pengangkatan PLT baru sebagai bagian dari skenario pemenangan Novanto juga bakal meramaikan dinamika jelang pemilihan ketum Golkar yang bisa saja dipercepat Minggu (15/5) besok.

“Akom nampaknya lebih banyak didukung DPD II sementara Novanto mendapat dukungan mayoritas DPD I,” kata Hendri.

Di saat dua nama caketum itu bersaing sengit bahkan saling serang dan saling melaporkan ke komite etik. Bisa muncul kandidat yang bisa menjadi kuda hitam. Apalagi setelah debat caketum Golkar, para pemilih mulai membaca kapasitas para caketum Golkar.

“Calon lain yang bisa menjadi kuda hitam adalah Priyo Budi Santoso yang terus gerilya ke DPD II dan Airlangga Hartarto yang didukung arus muda Golkar dan kubu Agung Laksono,” pungkasnya.(dtc/ziz)