Muncul Seruan Buang KTP dari Teman Ahok, Ahok Mulai Tak Bisa Bicara Politik

ahok makan durenGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tiba-tiba irit bicara politik terkait pencalonannya kembali dalam Pilkada DKI Jakarta. Bahkan, Ahok terkesan kehilangan daya magisnya yang biasa ditunjukkan lewat gaya ceplas-ceplosnya.

“Aduh, enggak usah ngomong itu deh. Ngomong kerjaan dulu, banyak kerjaan. Soal pencalonan enggak usah tanya dulu,” kilah Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (13/6/2016).

Kelesuan Ahok dalam menanggapi polemik wacana pencalonannya kembali dalam Pilkada DKI Jakarta ini sudah tampak sejak Jumat (10/6/2016) lalu. Ahok selalu menolak menjawab ketika ditanya mengenai Pilkada DKI 2017.

Ketika itu, Ahok mengatakan bahwa dia menyerahkan urusan pengumpulan data KTP untuk dirinya kepada relawan pendukungnya, Teman Ahok, yang mendukung dia maju lewat jalur independen dalam Pilkada DKI 2017.

Ahok memberi target kepada Teman Ahok dapat mengumpulkan satu juta data KTP pada 20 Juni ini.

Dia juga enggan menanggapi hasil revisi UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Saat ini, Teman Ahok sudah mengumpulkan 971.257 data KTP dukungan bagi Ahok untuk maju lewat jalur independen pada Pilkada DKI tahun depan. Teman Ahok masih butuh sekitar 28.743 data KTP untuk mencapai target satu juta data KTP.

Usut punya usut, ternyata di internal Teman Ahok mulai muncul bibit perpecahan. Beberapa pengurus Teman Ahok mulai menyerukan ajakan untuk melakukan aksi buang KTP bagi Ahok. Seruan buang KTP untuk Ahok itu muncul sebagai ancaman jika Ahok memutuskan maju melalui jalur partai politik.

Anggota Teman Ahok, I Gusti Putu Artha mengatakan, ada dua orang koleganya yang melontarkan ancaman itu. Keduanya adalah para koordinator pengumpulan data KTP di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Ada 1-2 orang yang ngancam lewat grup whatsapp. Mereka lagi pegang sekitar 30-an (lembar) KTP. Kata mereka kalau sampai maju lewat parpol udah lah buang aja KTP-nya,” kata Putu.

Menurut Putu, kedua orang koleganya itu memintanya untuk dapat meyakinkan Ahok agar tetap maju melalui jalur perseorangan. Putu mengatakan, sejauh ini ancaman membuang data KTP baru datang dari kedua orang tersebut.(kcm/ziz)