Najib Razak Bubarkan Parlemen Malaysia, Pemilu Masih Belum Pasti Digelar

oleh

GLOBALINDO.CO, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak secara resmi mengumumkan pembubaran parlemen mulai 7 April besok. Sementara jadwal gelaran pemilihan umum (pemilu) Malaysia belum ada kepastian.

Seperti dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Jumat (6/4/2018), PM Najib mengumumkan pembubaran parlemen Malaysia di kantor PM Malaysia yang ada di Perdana Putra Building di Putrajaya pada hari ini.

Pengumuman ini sedikit berbeda dari kebiasaan, di mana penyampaian pengumuman dan pembubaran parlemen biasanya dilakukan pada hari yang sama. Untuk kali ini, PM Najib menyatakan pembubaran parlemen akan dilakukan sehari setelah pengumuman.

“Saya ingin memberitahukan semua warga Malaysia bahwa saya telah melakukan audiensi dengan Yang diPertuan Agong ke-15, Sultan Muhammad V, dan meminta izin dari Yang Mulia untuk membubarkan parlemen ke-13 pada Sabtu, 7 April 2018,” ujar PM Najib dalam pengumuman khususnya.

(Baca Juga: Malaysia Diguncang Demonstrasi Ribuan Warga Tuntut Najib Razak Mundur)

Pengumuman pembubaran parlemen Malaysia ini disiarkan langsung oleh televisi nasional setempat pada Jumat (6/4/2018) siang waktu setempat. Pengumuman juga disampaikan via akun Facebook resmi PM Malaysia.

Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dr Ahmad Zahid Hamidi, yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri bersama jajaran menteri Malaysia lainnya mendampingi PM Najib saat menyampaikan pengumuman penting ini.

Usai mengumumkan pembubaran parlemen, selanjutnya adalah menetapkan tanggal digelarnya pemilu Malaysia. Tanggal pasti untuk Pemilu terbaru di Malaysia belum diumumkan.

Namun para pengamat politik setempat memprediksi pemilu paling cepat digelar akhir bulan April ini atau awal bulan Mei. Yang jelas pemilu akan digelar sebelum umat muslim menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan pada pertengahan Mei.

Total ada 14,9 juta pemilih terdaftar yang memiliki hak suara untuk memilih dalam pemilu mendatang di Malaysia. Waktu penetapan pemilu akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Malaysia di kemudian hari.

Dalam pemilu tahun ini, PM Najib dihadapkan pada penantang yang cukup tangguh, yakni mantan mentornya yang kini menjadi pemimpin oposisi Malaysia, Mahathir Mohamad. Pelaksanaan pemilu juga dibayangi skandal korupsi perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). PM Najib dan pihak 1MDB telah menyangkal adanya tindak pidana.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *