Nasib Novanto di DPR Ditentukan Pekan Depan

No comment 17 views

Maa depan Setya Novanto sebagai Ketua DPR akan ditentukan MKD pekan depan.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memastikan akan mengeluarkan keputusan terkait pengaduan dugaan pelanggaran sumpah jabatan dan kode etik Ketua DPR Setya Novanto, pekan depan. Sebelum membuat kesimpulan, MKD masih perlu keterangan tambahan dari sejumlah pihak.

“Mudah-mudahan sebelum masa reses ini minggu depan kita sudah bisa ini (keluarkan kesimpulan penyidikan),” ujar Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding di Jakarta pada Jumat (8/12).

Sudding mengatakan, MKD sudah mengevaluasi semua keterangan-keterangan dalam proses penyidikan. Namun dalam evaluasi, MKD masih merasa perlu melengkapi dan menambah keterangan dari sejumlah saksi, khususnya dari orang terdekat Novanto di DPR.

Politisi Partai Hanura ini menambahkan, salah satunya, bekas kontributor salah satu stasiun TV swasta yang diketahui mengemudikan mobil Novanto saat kecelakaan pada Kamis (16/11) lalu, Hilman Matauch. Karenanya, pihak Kesekretariatan MKD juga sudah diminta menyiapkan pemanggilan tersebut.

“Termasuk pihak yang ditemani Pak Setya Novanto di DPR sini. Ada beberapa orang. Dari pihak kesetjenan, lalu kemudian juga ada 2-3 orang lah. Anggota (DPR) nggak ada,” kata Sudding.

Namun Sekretaris Jenderal Partai Hanura itu enggan menjawab rinci apakah kasus Novanto tersebut masuk dalam pelanggaran etik di MKD. Alih-alih menjawab, Sudding menilai hal tersebut belum dapat disampaikan saat ini karena masih dalam proses pemeriksaan.

“Ya masa hasil pemeriksan kita sampaikan. Tapi saya kira dengan beberapa keterangan yang sudah kita (MKD) dapatkan, saya kira salah satunya adanya ya paling tidak ada beberapa hal yang menurut saya dilakukan pendalaman pelanggaran etik,” kata Sudding.

Sebelumnya MKD telah melakukan pemeriksaan kepada Novanto terkait dugaan pelanggaran kode etik di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. MKD meminta sejumlah keterangan kepada Novanto berkaitan dengan Pasal 87 Undang-Undang MD3 terkait Kode Etik. (rep/gin)