New York Diguncang Ledakan Bom Pipa

oleh
Kepanikan di New York saat bom pipa meledak.

GLOBALINDO.CO, NEW YORK – Sebuah ledakan bom pipa mengguncang Kota New York, Amerika Serikat. Bom pipa ini diledakkan oleh seorang imigran asal Bangladesh bernama Akayed Ullah. Bom pipa ini merupakan rakitan sendiri yang diikatkan ke tubuh. Ullah meledakkan dirinya di sebuah stasiun kereta bawah tanah, New York hingga melukai tiga orang.

Sayangnya, bom pipa rakitannya tidak meledak sesuai keinginan. Malah membuatnya terluka parah.

Seperti dilansir AFP, Selasa (12/12/12), Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyerukan pengetatan aturan imigrasi seiring aksi teror di New York itu. Menurutnya, aturan yang kendor saat ini memungkinkan banyak orang berbahaya masuk ke Amerika.

(Baca Juga: Kedubes Amerika Serikat di Manila Diteror Bom)

“Serangan penyerangan massal hari ini di Kota New York merupakan serangan teror kedua di New York dalam dua bulan terakhir. Sekali lagi, ini menyoroti kebutuhan mendesak bagi Kongres untuk memberlakukan reformasi legislatif untuk melindungi rakyat Amerika,” kata Trump.

Ullah meledakkan bom pipa pada Senin pagi (11/12/2017) waktu setempat saat stasiun dipenuhi orang.

Ledakan terjadi di stasiun bawah tanah, di bawah terminal bus Port Authority, tak jauh dari Times Square dan memicu kepanikan sekaligus mengganggu perjalanan.

Ullah mendapatkan beberapa luka bakar di badan dan tangannya, sehingga dia harus dilarikan ke rumah sakit.

Sementara tiga korban lainnya menderita luka di telinga, kepala, dan keluhan ringan lainnya. Tak ada kerusakan pada bangunan stasiun bawah tanah.

Polisi yang menangkap pelaku mengungkapkan, motif Ullah meneror warga New York untuk membalas serangan udara Amerika terhadap kelompok ISIS.

Ullah mengaku mendapat inspirasi dari plot teror Natal di Eropa. Dia juga memilih lokasi serangan di dekat poster Natal di dinding stasiun kereta bawah tanah.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *