Ngaku Tak Kenal Nazaruddin, Gamawan Fauzi Bantah Terlibat Korupsi e-KTP

gamawan-fauzi-usai-diperiksa-kpkGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi mengaku tak kenal dengan Muhammad Nazaruddin sekaligus membantah terlibat dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Pernyataan ini dilontarkan Gamawan Fauzi usai diperiksa 11 jam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (20/10/2016) malam.

“Saya jamin itu tidak pernah ada. Saya tidak kenal sama Nazaruddin dan belum pernah juga bertemu sama dia,” tegas Gamawan.

Gamawan mengaku, selama proses pengadaan proyek e-KTP dia tidak pernah membicarakan hal tersebut secara pribadi kepada anggota DPR RI maupun pengusaha.

Menurut Gamawan, sebagai menteri pada saat itu dia hanya terlibat dalam proses perencanaan anggaran, yakni sebagai pemegang kuasa anggaran. Ia mengaku heran saat proyek tersebut ternyata menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 2 triliun. Sebab, menurut Gamawan, sejak tahap perencanaan anggaran, pengawasan telah dilakukan oleh auditor bahkan lembaga penegak hukum.

“Sebab, sejak dari awal sampai proses ini selesai, sampai pemeriksaan oleh BPKP, lalu pemeriksaan dengan tujuan tertentu oleh BPK, itu tidak ditemukan satu pun kerugian. Tiba-tiba, beberapa tahun kemudian, kami tahu ada Rp 2 triliun itu,” kata Gamawan.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman, dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto.

Dua tersangka tersebut diduga melakukan penyalahgunaan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, yakni dengan menggelembungkan anggaran (mark up) proyek pengadaan e-KTP pada tahun 2012.

Menurut KPK, proyek pengadaan e-KTP tersebut senilai Rp 6 triliun. Sementara, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 2 triliun.

Nazaruddin merupakan salah satu saksi yang pertama kali mengungkap adanya korupsi pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri.

Seusai diperiksa KPK beberapa waktu lalu, Nazaruddin kembali menyebut beberapa nama pejabat yang disebut menerima uang dalam kasus korupsi e-KTP. Beberapa nama yang disebut yakni, mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan politisi Partai Golkar Setya Novanto.(kcm/ziz)