Nikah Massal Gratis di Ikuti 219 Pasang asal Pamekasan

nikah-masalGLOBALINDO.CO, PAMEKASAN  – Menikah wajib hukumnya untuk lelaki dan perempuan dewasa biar tak terjerumus dalam perzinahan. Dalam Islam, sah hukum nikahnya bilamana memenuhi seluruh persyaratannya melalui nikah siri.

Meskipun tidak dicatatkan di dalam Buku Nikah terbitan Kantor Kemenag (negara). Fenomena sakral tersebut masih banyak terjadi jumpai di Kabupaten Pamekasan. Benar, nikah siri banyak dilakukan warga Pamekasan. Utamanya di wilayah pelosok pedesaan yang lokasinya jauh dari kota kecamatan, bahkan berjarak puluhan kilometer dari jantung kota Pamekasan.

Contohnya di Desa Pasanggar, Kecamatan Pagentenan yang wilayahnya masuk ke dalam perbukitan dan lembah-lembah. Melihat medan desanya yang sulit itulah, maka tidak mengherankan jika masih banyak pasangan lelaki dan perempuan dewasa yang melakukan nikah siri.

Selain medan yang jadi persoalan demografi pedesaan yang sulit ditembus kendaraan roda empat, kondisi ekonomi keluarga pun yang hidup pas-pasan menjadi alasan pendukung terjadinya nikah sirri. Seperti yang dialami pasangan Mutiah (38) dan Mat Hasim (47), keduanya warga Desa Pasanggar.

“Saya telah menikah 15 tahun lalu pak. sebab kami dari keluarga buruh tani berpenghasilan kecil dan pas-pasan, maka kami lakukan nikah siri di depan pak kiai di desa setempat. Pernikahan sah secara agama, lantaran terpenuhi seluruh persayaratan. Seperti wali nikah dan mahar meski berupa uang Rp 20 ribu,” papar Mutiah, Senin (24/10/2016).

Menurut Mutiah, dari hasil nikah siri itu dia melahirkan tiga anak. Yang pertama telah lulus SMP dan yang bungsu masih balita berumur 9 bulan. Mutiah menikah siri pada tahun 1998 atau telah berjalan 18 tahun.

“Ini anak bungsu saya, masih berumur 9 bulan,” kata Mutiah sambil meletakkan bayinya di atas meja di Pendopo Ronggosukowati.

Setelah belasan tahun menunggu, akhirnya Mutiah dan suaminya bisa melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Pamekasan.

“Saya dan suami melangsungkan nikah ulang yang dinamakan nikah isbat pada April 2016 lalu pak. Sepekan sebelumnya ada ajakan dari pak kades bagi warga yang ingin memiliki buku nikah gratis bisa mendaftarkan ke balai desa,” imbuh Mutiah bahagia.

Bupati Pamekasan Ahmad Syafii mengatakan, nikah gratis dibiayai APBD 2016. Pendaftaran bikah isbab gratis itu dimulai Februari sampai April 2016 lalu. Hasilnya, ada 219 pasangan yang nikah gratis.

“Setelah melangsungkan nikah isbat dan memegang buku nikah, maka saya hadirkan mereka untuk melangsungkan resepsi di Pendopo Ronggosukowati. Mereka terlihat bahagia mengajak anak-anaknya dan para orangtua dan mertua,” papar Syafii. (an/nh)

Sebelumnya, ratusan pasangan nikah gratis itu diarak dari pintu gerbang pendopo ke ruang utama yang berjarak 100 meter. Walhasil, arak-arakan ratusan pengantin “lama” itu mengundang senyum dan tawa pengguna jalan di depan pendopo.

 

Menurut Syafii, peserta nikah gratis itu ada yang telah melangsungkan pernikahan siri pada tahun 1975 atau 41 tahun hidup berumah tangga tanpa memegang buku nikah kemenag. Ada pula yang baru menikah siri pada tahun 2010 atau enam tahun lalu.

 

Syafii berharap, nikah isbat gratis bagi warga Kabupaten Pamekasan bisa dilangsungkan tiap tahun dengan dana APBD Kabupaten. Dengan demikian, pasangan suami-istri dan anak-anaknya bida tercatat secara hukum positif. Termasuk memudahkan pembagian harta waris bila pasangan itu wafat kelak.

(fat/fat)