Novanto Dorong Pansus Angket Terus ‘Usik’ KPK

Ketua DPR Setya Novanto, menyampaikan pidato pembukaan masa persidangan sidang 2017-2018 dalam rapat paripurna DPR pada Rabu (15/11).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Alih-alih mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) balik menekan lembaga antirasuah itu. Novanto menegaskan Pansus Hak Angket DPR akan terus memblejeti indikasi penyimpangan di internal lembaga antirasuah.

“Pansus Angket KPK akan terus melakukan kegiatan penyelidikan terhadap aspek kelembagaan, aspek kewenangan, aspek anggaran, dan aspek tata kelola sumber daya manusia (terhadap KPK),” ujar Novanto saat menyampaikan pidato pembukaan masa persidangan sidang 2017-2018 dalam rapat paripurna DPR pada Rabu (15/11).

Novanto juga berharap di masa sidang kali ini, Pansus Angket dapat segera melaporkan hasil kerja Pansus Angket KPK yang dibentuk sejak masa sidang sebelumnya. “Diharapkan masa persidangan ini dapat segera dilaporkan hasil kerja Pansus Angket KPK,” katanya.

Setya Novanto kembali mangkir panggilan KPK, hari ini (15/11). PAda saat yang sama, Ketua Umum Partai Golkar ini hadir dalam rapat paripurna DPR pembukaan masa persidangan II Tahun sidang 2017-2018 pada Rabu (15/11). Meski tidak memimpin rapat paripurna, Novanto duduk bersama pimpinan lainnya Fahri Hamzah dan Agus Hermanto, selaku pimpinan sidang.

Rapat paripurna DPR yang dihadiri 308 anggota dengan rincian 168 hadir dan 140 anggota izin. Adapun kehadiran Novanto ini pun sekaligus kehadiran pertama di DPR pasca kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun Novanto diketahui tiga kali mangkir dari pemeriksaan KPK sebagai saksi untuk tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik, Anang Sugiana Sudiharja. Terakhir, ia mangkir pada Senin (13/11). (rep/adi)