NU-Muhammadiyah Serukan Pilkada DKI Jakarta Aman dan Hargai Beda Pilihan

oleh
Logo NU dan Muhammadiyah.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Besok menjadi masa penting bagi warga Ibukota DKI Jakarta dalam menentukan pemimpinnya untuk 5 tahun ke depan. Bebragai elemen masyarakat di seluruh Indonesia berharap Pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini bisa berlangsung lancar, aman, dan penuh penghargaan pada perbedaan pilihan. Harapan itu tampak disuarakan dua Ormas Islam besar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Katib Syuriyah PBNU, Asrorun Niam Sholeh berpesan agar masyarakat menjaga kondusifitas Pilkada DKI Jakarta demi terwujudnya pesta demokrasi yang aman dan lancar.

“Agar masyarakat berpartisipasi dalam menjaga kondusifitas, agar Pilkada berjalan secara aman, lancar, jujur, dan adil. Jika menemukan indikasi kecurangan atau potensi kerawanan segera koordinasi,” ujar Niam, Senin (17/4/2017) malam.

Asrorun juga mengimbau kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyukseskan pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Ia mengatakan memilih pemimpin merupakan tanggungjawab sebagai warga negara.

(Baca Juga: Bawaslu Temukan Indikasi Kecurangan Mobilisasi Massa saat Coblosan Pilgub DKI)

“Segenap warga Jakarta, khususnya warga NU untuk berpartisipasi dalam menyukseskan pilkada Jakarta dengan memilih yang terbaik, sesuai kaidah dan tuntunan organisasi. Bagi NU, memilih pemimpin bukan sekadar hak, tetapi sebagai wujud tanggungjawab warga negara dan umat beragama,” kata Asrorun.

“Hak pilih yang diberikan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban, baik dunia maupun akhirat,” sambungnya.

Hal serupa disampaikan Sekretaris umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. Dia mengimbau masyarakat saling menghormati perbedaan pilihan dalam pilgub DKI Jakarta. Abdul berpesan kepada masyarakat untuk menjaga persatuan.

“Masyarakat hendaknya saling menghormati perbedaan pilihan sebagai konsekuensi proses demokrasi. Masyarakat hendaknya menjaga persatuan dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok,” ujar Abdul.

Abdul berpesan warga DKI Jakarta menggunakan hak pilihnya dengan rasa tanggungjawab. Alasannya, partisipasi pemilih menentukan masa depan Jakarta ke depannya.

“Mereka yang memiliki hak pilih hendaknya menggunakan hak politiknya secara bertanggungjawab. Partisipasi politik sangat menentukan masa depan Jakarta,” ujar Abdul.

Abdul juga berpesan kepada penyelenggara pemilu menjaga netralitasnya dalam pilgub. Menurutnya, penyelenggara pilkada harus bekerja secara profesional dengan bersikap jujur dan adil.

“Aparatur pemerintah hendaknya menjaga netralitas pilkada, tidak memihak pasangan calon tertentu, termasuk penggunaan fasilitas negara,” kata Abdul.

“Penyelenggara pilkada mulai dari KPU sampai KPPS hendaknya bekerja secara profesional, bersikap jujur dan adil sehingga pilkada berjalan tertib, lancar, dan berkualitas serta memastikan mereka yang memiliki hak pilih dapat memberikan suara,” pungkasnya.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *