Nyalla Langsung Ditahan di Kejagung

No comment 264 views

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, La Nyalla Matalitti langsung dibawa ke Gedung Kejaksaan Agung, usai mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa (31/5) sekira Pukul 18.50 WIB

Ketua Kadin Jatim dan tersangka korupsi dana hibah, La Nyalla Matalitti (baju batik) saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan dibawa ke Kejagung, Selasa (31/5) seitar Pukul 18.50 WIB.

Ketua Kadin Jatim dan tersangka korupsi dana hibah, La Nyalla Matalitti (baju batik) saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan dibawa ke Kejagung, Selasa (31/5) seitar Pukul 18.50 WIB.

melalui pintu kargo pesawat. Selanjutnya, tersangka kasus korupsi dana hibah itu akan menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar.

“Ya, langsung di Jakarta, nantilah dibawa ke Jawa Timur-nya,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung di Jakarta, Selasa (31/5). Nyalla ditahan dan diperiksa di Kejagung terlebih dahulu demi alasan keamanan.

Kepala Humas Imigrasi Heru Santoso sebelumnya mengatakan, La Nyalla dipulangkan paksa (deportasi) dari tempat pelariannya di Singapura karena izin tinggal sudah kedaluwarsa (over stay). (Baca: La Nyalla Dipulangkan Paksa).

“Untuk proses pemulangan ke Indonesia, kepada yang bersangkutan telah diberikan Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk sekali jalan ke Indonesia,” kata Heru.

Heru mengatakan, La Nyalla dipulangkan ke tanah air menggunakan pesawat GA835 rute Singapura-Bandara Soekarno-Hatta dengan pengawalan ketat dari petugas imigrasi dan KBRI di Singapura.

Sebelumnya, tiga kali kejaksaan kalah dalam menghadapi gugatan praperadilan La Nyalla Mattalitti terkait surat perintah penyidikan (Sprindik) yang dikeluarkan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (Baca: Kajati Anggap Jadi Keponakan Ketua MA Bikin Nyalla Mudah Menangkan Praperadilan).

Namun, kejaksaan tidak mau mengalah dengan mengeluarkan sprindik baru dalam kasus yang sama terhadap La Nyalla, padahal pengadilan sudah melarang pengeluaran sprindik baru untuk kasus yang sama. (Baca: Kejati Jatim Kembali Keluarkan Sprindik Untuk La Nyalla). (ant/gbi)