Nyalon di Pilgub Jatim, Khofifah Sampaikan Pengunduran Diri ke Jokowi

Presiden Joko Widodo dan Mensos Khofifah Indar Parawansa.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kian memantapkan langkahnya maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur 2018. SK dukungan resmi dari Partai Demokrat, Golkar dan NasDem membuat Khofifah yakin untuk menyampaikan niatnya sebagai cagub berpasangan dengan Emil Dardak kepada Presiden Joko Widodo.

Khofifah mengatakan sudah mengungkapkan langsung hasrat politiknya di Pilkada Jatim 2018 kepada Jokowi. Menteri Sosial ini menyampaikan secara lisan kepada Jokowi saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Mataram, Kamis pekan lalu.

“Kemarin, saya sudah melapor ke Pak Presiden secara lisan. Insyaallah dalam waktu dekat saya akan bersurat ke Presiden bahwa saya akan ikut proses Pilgub Jatim,” kata Khofifah.

Namun Khofifah tak mau membeber isi pembicaraannya dengan Jokowi. Apakah dia menyatakan mundur dari kursi Mensos atau hanya nonaktif.

Pengunduran diri nampaknya menjadi pilihan Khofifah. Hal ini tersirat dari pernyataan Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang menyebutkan jika Khofifah menyampaikan surat resmi kepada Presiden melalui dirinya.

“Surat dari Bu Khofifah sudah dikirimkan ke Presiden, tapi itu surat pribadi. Tadi Bu Khofifah mengusulkan akan menyampaikan secara langsung,” ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/11).

Pratikno mengatakan, belum ada jadwal resmi pertemuan Khofifah dengan Jokowi. Pasalnya, dalam hari ini, Jokowi menerima kunjungan bilateral Perdana Menteri Kerajaan Denmark Lars Løkke Rasmussen di Istana Kepresidenan Bogor.

Kemudian dilanjutkan menerima Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Istana Kepresidenan Jakarta. Malam harinya, menghadiri acara pertemuan tahunan BI di JCC Senayan

“Pagi tadi menerima PM Denmark, belum sempat kita jadwalkam sampai sore. Habis ini juga (masih ada acara), mungkin kita upayakan besok,” ujar Pratikno. (tan/bmb)