Nyaris Adu Jotos dengan Ketua DPRD, Kasatpol PP Surabaya Minta Maaf

oleh
Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto akhirnya angkat bicara terkait insiden yang melibatkan dirinya dengan Ketua DPRD Surabaya, Armuji. Irvan meminta maaf kepada seluruh warga Surabaya karena merasa telah membuat malu institusi.

“Terlepas dari itu semua, Saya ingin dengan setulus-tulusnya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat,” ucap Irvan Widyanto, Rabu (21/2/2018).

Selain kepada masyarakat Surabaya, permintaan maaf juga dia sampaikan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Dia mengaku, insiden di ruang komisi A kemarin sama sekali tidak ada maksud melecehkan DPRD sebagai lembaga legislatif, eksekutif, maupun institusi Satpol PP.

“Kemarin itu murni semata-mata reaksi dari pribadi saya, jadi tidak ada yang dipersalahkan. Kalau ada yang dipersalahkan, saya betul-betul, saya mohon maaf dan itu adalah murni pribadi saya,” ujarnya lagi.

Sementara Asisten III Pemkot Surabaya, Hidayat Syah yang turut mendampingi Irvan bersama Kabag Humas m Fikser menilai, seharusnya insiden itu tidak perlu terjadi. Sebab, ini hanya kesalah-pahaman belaka.

“Mungkin akibat adanya miss atau salah persepsi jika kami hendak melakukan penertiban tetapi kami hanya meminta izin ke warga untuk melakukan penetapan batas dan memasang tugu batas,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat Syah, petapan tugu batas itu terkait rencana memperluas tanah makam di atas lahan aset milik Pemkot Surabaya. Aset tanah di Medokan Semampir ini dimiliki Pemkot sejak 2002 dari hasil ruislag tanah dengan PT Wahana Surabaya dan sudah bersertifikat mulai 2004.

Karena ada rencana menggunakan aset tanah tersebut untuk perluasan makam, Hidayat mengaku pihaknya sudah melakukan dua kali sosialisasi kepada warga setempat di kantor kelurahan. Termasuk menginformasikan relokasi di Rusun Keputih, jika warga berminat.

“Bisa dibuktikan. Kita sama sekali tidak berbicara masalah penertiban, kita tidak berbicara, bahasa kasarnya penggusuran. Kita belum masuk ke sana,” timpal Irvan.

Sehingga, tudingan Ketua DPRD Surabaya dan beberapa anggota dewan lainnya bahwa Pemkot angkat menggusur warga tanpa solusi, hanyalah sebuah kesalah-pahaman belaka. Sayangnya, hal itu justru memicu aksi tidak patut yang dipertontonkan anggota dewan dan Pemkot Surabaya.

Diberitakan sebelumnya, hearing di Komisi A terkait penggurusan sejumlah rumah di Medokan Semampir berlangsung panas. Ketua DPRD Surabaya, Armuji dan Kasatpol PP Irvan Widyanto hampir terlibat baku pukul.

Beruntung pada saat itu keduanya berhasil dilerai oleh petugas pengamanan dalam (Pamdal) dan beberapa anggota Komisi A. Meski berhasil dicegah, keduanya masih terlibat perdebatan yang cukup sengit sebelum suana dicairkan oleh Ketua Komisi A Herlina Harsono Njoto. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *