Oknum Pegawai Bank Prima Master Gelapkan Dana Nasabah

oleh
Suasana sidang penggelapan dana nasabah yang digelar di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sidang kasus penggelapan dengan terdakwa Direktur Komersial PT Bank Prima Master cabang Surabaya, Agus Tranggono Prawoto kembali digelar di PN Surabaya, Selasa (3/3/2020).

Agus Tranggono Prawoto menjadi terdakwa kasus penggelapan kepada nasabah sebesar Rp. 5 Milyar. Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan para saksi.

Ada empat saksi yang dihadirkan oleh  Jaksa Penuntut Umum, (JPU). Salah satunya, saksi Ana Dwi Putri Sari seorang pegawai dikantor cabang Bank Prima Master yang bertugas sebagai Customer Service.

Ana Dwi mengungkapkan, terkait perkara ini terdapat uang nasabah atas nama Anugrah Yudo Witjaksono berupa giro senilai Rp. 5 Miliar ditransfer sebanyak dua kali ke rekening Bank Central Asia Semarang atas nama Ir Susilowati. Transfer tersebut atas perintah terdakwa Agus Tranggono Prawoto.

“Saya mendapat perintah dari Pak Agus selaku Direktur Komersial Bank Prima Cabang Surabaya untuk mentransfer uang itu,” kata Ana Dwi.

Selain itu, saksi menjelaskan jika proses pentransferan tersebut sangat tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perbankan dalam hal ini Bank Prima Master. Sebab, pentransferan tersebut tidak diketahui oleh nasabah Bank Prima Master, atas nama Anugrah Yudo Witjaksono.

“Selain itu, atas perintah direktur komersial Bank Prima pak Agus Tranggono proses transfer itu ditanda-tangani oleh saya,” ungkap Ana Dwi Putri customer service Bank Prima Master Jl Jembatan Merah 15-17 Surabaya.

Dalam kasus ini Kepala Cabang Bank Prima Master Surabaya turut serta menyetujui agar saksi Ana Dwi Putri menandatanganinya dengan dalih perintah direktur komersial Bank Master Prima.

“Alasanya, karena yang memerintahkan adalah direktur komersial,” tandasnya.

Dihadapan majelis hakim, terdakwa Agus Tranggono Prawoto mengakui bahwa proses transfer telah menyimpang dari SOP Perbankan.

Hakim Ketua Johanes Hehamony SH MH terkait kasus ini mengkorek informasi terkait jajaran direksi Bank Prima Master yang terlibat dalam kasus ini harus diproses secara hukum.

“Kalau tidak ada tindakan dari direksi Bank Prima Master, ketika terdakwa Agus Tranggono nanti dinyatakan bersalah, maka karyawan lain yang terlibat juga harus dihukum” tandasnya

Sementara itu, penasehat Hukum terdakwa, Poerwanto, SH.MH mengatakan, pertanyaan Majelis Hakim agak membingungkan karena kalau ditanyakan “apakah Direksi Bank Prima Master telah mengambil tindakan atas kesengajaan mentransfer uang nasabah yang tidak sesuai SOP tersebut”.

Kalau yang dimaksud tindakan Direksi Bank Prima terhadap perbuatan yang dilakukan oleh Agustinus Tranggono, maka Direksi Bank Prima Master telah memberhentikan Agustinus Tranggono. Sebab, perbuatan yang bersangkutan telah dilaporkan juga di Polrestabes Surabaya.

Sedangkan apabila yang dimaksud oleh Majelis Hakim Tindakan Direksi Bank Prima untuk mengganti uang nasabah, maka perlu diketahui bahwa Agus Tranggono saat ini telah mengajukan gugatan perdata kepada Bank Prima Master yang saat ini perkaranya masih diperiksa di Tingkat Kasasi.

“Nah fakta inilah yang barangkali Ana lupa menyampaikan dipersidangan atau memang Ana tidak memiliki Kompetensi untuk menyampaikannya,” jelas Poerwanto. (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.