Ombudsman Sebut Operasi Pemberantasan Pungli Hanya Lip Service

Presiden Joko Widodo ikut meninjau penggeledahan dan operasi tangkap tangan yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap  oknum pelaku pungli di Kementerian Perhubungan, Selasa (11/10).

Presiden Joko Widodo ikut meninjau penggeledahan dan operasi tangkap tangan yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap oknum pelaku pungli di Kementerian Perhubungan, Selasa (11/10).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Operasi Pemberantasan Pungli (OPP) yang digeber Presiden Jokowi bersama Polri dinilai masih hanya sebatas lip service. Hal itu dilontarkan Komisioner Ombudsman, Alvin Lie. Menurutnya, OTT di Kemenhub baru membongkar sebagian kecil saja dari gunung es praktik pungli.

“Saya betul-betul apresiasi kepolisian, tapi ini baru baris pertama, belum halaman pertama. Masih banyak sekali pungli-pungli lainnya,” kata Alvin, kemarin.

Alvin menduga, dalam kasus ini saja masih ada pihak-pihak lain yang belum terlacak keterlibatannya.

Ia yakin, praktik pungli tidak hanya dilakukan sendiri. Biasanya, menurut Alvin, pungli terus dilakukan karena ada permintaan setoran dari atasan. Kemudian staf-stafnya melakukan pungli dan membagi uang yang didapat.

“Kalau yang kena baru Kasie, saya enggak yakin hanya (bekerja) sendiri,” katanya.

Alvin mendorong pihak kepolisian maupun Kemenhub terus menuntaskan temuan pungli ini hingga ke akar-akarnya. Bila perlu Kemenhub bekerja sama dengan KPK dan Kejaksaan. Selain itu, potensi pungli di bidang lain juga harus diselidiki.

“Jadi jangan haya Dirjen Kelautan saja, tapi juga Dirjen Perhubungan Darat, kereta api dan udara,” ujar Alvin.

Alvin mnejelaskan, budaya pungli ini tak hanya terjadi di Kemenhub. Ia bahkan menduga hampir di semua instansi yang berhubungan dengan warga menerapkan pungli.(dtc/ziz)