Orang Tua Terdakwa Curas Mengaku Diperas Jaksa

Hasim (kiri), orang tua terdakwa kasus pencurian dengan kekerasan, Muhammad Isrofi yang mengaku dimintai Rp 25 juta oleh jaksa Karmawan (kanan) untuk meringankan tuntutan anaknya.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Orang tua terdakwa kasus pencurian dengan kekerasan (curas), Muhammad Isrofi, Hasim menuding jaksa Kejaksaan Negeri Surabaya, Karmawan melakukan pemerasan. Ia mengaku dimintai Rp 25 juta oleh jaksa Karmawan untuk meringankan tuntutan terhadap anaknya, tetapi hanya mampu menyetor Rp 5 juta.

Kepada awak media, Hasim mengaku duit sebesar itu diminta Karmawan saat dirinya memenuhi pemberkasan tahap dua atau P21 kasus pencurian dengan kekerasaan dengan tersangka M Isrofi di sebuah ruangan di Kantor Kejari Surabaya. Kala itu, dia ditemani salah satu kerabatnya bernama Warsito yang juga anggota kepolisian di sebuah ruangan di Kantor Kejari Surabaya

“Bisa saja dibantu tetapi harus ada Rp 25 juta baru bisa ringan karena ancamannya tiga (3) tahun penjara,” ucap Hasim menirukan kalimat jaksa Karmawan.

Terdakwa Muhammad Isrofi sebelumnya didakwa dengan Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 3 tahun penjara.

Karena ingin anaknya tidak mendapat hukuman berat, Hasim pun berupaya mengumpulkan duit dari hasil jerih payahnya sebagai tukang cukur rambut. Namun setelah beberapa hari, Hasim hanya mampu mengumpulkan Rp 5 juta.

Duit itu ditambah sebuah lukisan Tanah Lot Bali berukuran 30×30 cm itu kemudian dibawa Hasim untuk diserahkan ke Karmawan. Tetapi Karmawan menolak suap dari Hasim lantaran nominalnya kurang dari yang dia minta.

“Kalau hanya, Rp 5 juta tidak cukup dan tidak bisa untuk membantunya,” ungkap Karmawan yang ditirukan Hasim.

Masih dalam pertemuan itu, Hasim terus merayu agar Karmawan agar memberi keringanan. Akhirnya, Karmawan luluh dan menerima uang Rp 5 juta plus sebuah lukisan dari Hasim.

“Ya, lihat aja nanti pokoknya kita bantu,” beber Hasim menirukan perkataan jaksa Karmawan.

Hasim berjanji akan mengungkap kasus dugaan pemerasan terhadap dirinya ini di persidangan. Dan pihaknya juga siap dikonfrontir dengan jaksa Karmawan.

Menurut Hasim, dalam persidangan ternyata, anaknya yang sebelumnya oleh JPU Karmawan dengan No.register per PDM – 750/Epp.2/07 /2017 diduga, melanggar pasal 365 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang kemudian oleh hakim anaknya telah divonis 2 tahun 6 bulan lebih ringan satu tahun dari tuntutan JPU yakni 3 tahun 6 bulan pada tanggal 7 November 2017.

Atas putusan tersebut waktu itu terdakwa Isrofi menyatakan pikir pikir dalam tempo tujuh hari. Namun, paska putusan Majelis Hakim, Hasim merasa kecewa dengan JPU Karmawan. Pasalnya, kenyataan pahit yang harus di terima berupa vonis, hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan, yang dijalani oleh anaknya.

”Padahal bila dibandingkan dengan pelaku utama, dia hanya divonis 2 tahun (berkas terpisah),” cetus Hasim. (ady)