OTT KPK di Blitar dan Tulungagung Jaring 5 Orang, 2 Kardus Uang Miliaran Rupiah Disita

oleh
Rumah dinas Wali Kota Blitar dijaga ketat usai OTT KPK.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). OTT dilakukan KPK di lingkungan Pemkot Blitar dan Pemkab Tulungagung. Ada 5 orang yang diamankan dari 2 lokai OTT. KPK juga menyita 2 kardus uang dengan nilai miliaran rupiah.

Informasi yang beredar, Wali Kota Blitar turut terjaring dalam OTT kali ini. Sejak tadi malam hingga Kamis (7/6/2018) ini, pagar rumah dinas Wali Kota Blitar tertutup rapat dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Awak media dilarang masuk.

Sejak tadi malam, tiga mobil tampak keluar dari rumah dinas Wali Kota Blitar di Jalan Sudanco Supriyadi nomor 18 tersebut.

(Baca Juga: OTT KPK di Jatim, Ini Daftar 6 Orang yang dibawa ke Jakarta)

Orang-orang yang menumpangi ketiga mobil itu juga terpantau keluar membawa tumpukan berkas dari dalam rumah dinas. Namun karena jurnalis dilarang masuk, tidak bisa dipastikan berkas apa saja dan berapa jumlahnya yang dibawa orang-orang ini.

Ketiga mobil tersebut lalu melaju masuk ke Mapolresta Blitar di Jalan Panglima Sudirman no 17 Kota Blitar. Pagar Mapolresta kemudian juga ditutup rapat dan awak media dilarang masuk.

Dalam OTT di Blitar ini diperkirakan ada empat orang yang ditangkap, yakni wali kota, anggota DPRD dan swasta.

Wakil Wali Kota Blitar, Santoso mengaku belum mendapat informasi resmi.

“Kabarnya ada lima. Tapi saya belum dapat informasi resmi. Kita tunggu saja nanti gimana pernyataan resminya,” kata Santoso.

Ketika ditanya dimana posisi Wali Kota Blitar Moch Samanhudi Anwar, Santoso mengaku tidak tahu.

“Saya juga tidak tahu. Sejak semalam tidak bisa saya hubungi handphonenya,” katanya.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah menambahkan, KPK juga menyita uang sejumlah Rp 2 miliar dalam kardus.

“Kita juga mengamankan uang dari lokasi. Uangnya masuk di dalam dua kardus, (dengan) pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Masih dalam proses penghitungan secara pasti, tadi estimasinya sekitar lebih Rp 2 miliar yang diamankan,” paparnya.

Febri menambahkan, sejauh ini KPK menduga suap yang terjadi di Blitar dan Tulungagung terkait proyek infrastruktur yang ada di kedua daerah tersebut.

“Baik proyek jalan dan juga ada salah satu proyek terkait dengan sekolah,” imbuhnya.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *