Pabrik Kimia di China dan Mesir Meledak, 19 Tewas, 22 Terluka

oleh
Pabrik kimia di China yang meledak.

GLOBALINDO.CO, CHINA – Dua pabrik kimia di dua wilayah berbeda meledak. Satu pabrik kimia meledak di China dan satunya lagi di Mesir. Ledakan pabrik kimia di China terjadi di Chengdu. Sedikitnya 19 orang tewas dan 12 orang lainnya luka-luka.

Sementara sebuah pabrik kimia di dekat Bandara Internasional Kairo, Mesir juga meledak dan membuat sedikitnya 12 orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (13/7/2018), pabrik kimia milik Yibin Hengda Technology yang terletak di kawasan industri distrik Jiang’an, dekat Chengdu, Provinsi Sichuan. Belum diketahui pasti penyebab ledakan terjadi pada Kamis (12/7/2018) malam ini.

Penyelidikan atas insiden ini telah dimulai. Dilaporkan kantor berita Xinhua bahwa para korban luka kini dalam kondisi stabil. Korban tewas sejauh ini mencapai 19 orang.

Sejumlah foto yang diunggah ke media sosial China menunjukkan bola api besar dan kepulan asap membubung dari kawasan pabrik tersebut.

(Baca Juga: Kawasan Pabrik Kimia Penjaringan Jakarta Utara Terbakar)

Api yang membakar area pabrik berhasil dipadamkan pada Kamis (12/7) sekitar pukul 23.30 waktu setempat, atau beberapa jam usai ledakan terjadi.

Belum ada keterangan resmi dari pemilik pabrik soal insiden ini.

Insiden ini menjadi yang terbaru di China yang merupakan produsen kimia terbesar di dunia. Rentetan insiden serupa di tambang batubara dan pabrik kimia cukup sering terjadi. Salah satunya ledakan di gudang kimia di Tianjin tahun 2015 yang menewaskan 165 orang.

Sejak tahun lalu, otoritas China menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan industri, termasuk memperketat pemeriksaan rutin.

Sementara itu, kantor berita Mesir, MENA, seperti dilansir Reuters, Jumat (13/7/2018) mengungkapkan, sumber keamanan setempat menyebut 12 orang mengalami luka-luka akibat ledakan. Ledakan tersebut terjadi di dalam gudang penyimpanan yang ada di kompleks pabrik petrokimia itu.

Pabrik petrokimia itu terletak di luar kompleks Bandara Internasional Kairo. Seperti dilansir AFP, Departemen Penerbangan Sipil Mesir menyangkal ledakan itu terjadi di dalam bandara, seperti awalnya dilaporkan sejumlah saksi mata.

Menteri Penerbangan Sipil, Younis al-Masri, menuturkan lalu lintas penerbangan di bandara tersebut tidak terdampak oleh ledakan yang terjadi Kamis (12/7) malam waktu setempat. Meskipun suara ledakan keras terdengar jelas oleh orang-orang yang ada di dalam kompleks bandara.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara militer Mesir, Kolonel Tamer al-Rifai mengungkapkan bahwa ledakan dipicu oleh suhu udara yang panas tinggi.

“Karena suhu udara yang tinggi, sebuah ledakan terjadi di gudang petrokimia milik Heliopolis for Chemical Industries,” tutur Kolonel Tamer Rifai. “Truk-truk pertahanan sipil dikerahkan untuk mengendalikan api,” imbuhnya.

Rifai tidak menyebut lanjut siapa pemilik pabrik itu, namun sejumlah sumber keamanan dan laporan internet menyebutnya milik militer Mesir.

Sejumlah saksi mata menuturkan mendengar suara ledakan keras di dekat bandara. Beberapa foto yang diunggah ke media sosial menunjukkan kobaran api dan kepulan asap pekat membubung ke langit.

Laporan televisi nasional Mesir menyebut para petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api. Lokasi ledakan saat ini dikawal ketat kepolisian setempat.(dtc/kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *