Pakar IT ITS Dukung Penerapan Teknologi Parkir Meter

Jalan Jimerto

Di Jalan Jimerto inilah Dishub Kota Surabaya berencana uji coba teknologi parkir meter.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pakar IT dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Endroyono menyambut baik niatan pemkot yang akan menggunakan alat parkir meter.

Menurut Endroyono, saat ini parkir sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat di seluruh dunia. Sehingga, mau tidak mau, parkir juga menjadi bagian dari manajemen lalu lintas.

Namun demikian, pria yang sempat mengenyam pelatihan DTV and DigiWorld di Perancis ini menekankan, bahwa pemilihan teknologi alat parkir harus memenuhi unsur sustainable, transparan, akuntabel dan reliable (STAR).

“Syukurlah di Surabaya ini, dalam pengadaan teknologi manajemen lalu lintasnya sudah memperhatikan unsur-unsur tersebut,” ujar Endroyono, Rabu (19/10/2016).

Alat parkir meter yang akan dipakai Pemkot Surabaya didatangkan dari penyedia alat parkir terbesar dan ternama di dunia asal Perancis. Alat parkir tersebut telah digunakan di beberapa kota besar dunia seperti New York.

“Soal kualitas dan teknologinya, yang dari Perancis ini lebih unggul dari lainnya,” katanya.

Endroyono mengungkapkan, saat ini Surabaya telah menjadi rujukan bagi negara di ASEAN terkait sistem pengelolaan parkir dan transportasi.

“Hampir tiap hari di Dishub ada tamu yang ingin belajar. Itu adalah bukti jika sistem pengelolaan transportasi kita lebih maju,” terangnya.

Ia menegaskan, Surabaya merupakan kota yang memiliki filosofi dalam setiap kebijakan yang diambilnya. Tidak mengherankan jika kemudian keputusan yang diambil selalu bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Terpisah, Kepala UPTD Parkir Surabaya Timur, Tranggono Wahyu Wibowo menambahkan, untuk pemasangan 10 alat parkir meter di Jalan Sedap Malam dan Jimerto membutuhkan anggaran sebesar Rp 1,25 miliar.

“Tiap unit alat parkir meter harganya Rp 125 Juta. Jadi total untuk 10 unit ya sekitar Rp 1,25 Miliar,” pungkas Tranggono. (bmb/gbi)