Paket Bom Berbau Rasial Guncang Amerika Serikat, 2 Tewas

oleh
Petugas keamanan wilayah Texas Amerika Serikat saat menyelidiki teror paket berisi bom.

GLOBALINDO.CO, TEXAS – Amerika Serikat tak henti-hentinya diguncang teror. Selain aksi penembakan brutal yang telah menewaskan puluhan warga Amerika, kini muncul teror paket berisi bom. Paket bom ini telah beberapa kali meledak dan merenggut sedikitnya 2 nyawa dan melukai beberapa orang di wilayah Texas.

Pada Senin (12/3/2018) waktu setempat, 2 paket bom mengguncang kota Austin, Texas, Amerika Serikat setelah sebelumnya ledakan mematikan juga terjadi 10 hari lalu.

Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun dinyatakan tewas setelah membawa paket tersebut ke rumahnya kemudian membukanya. Sementara seorang perempuan berusia 40 tahun yang tinggal di rumah itu mengalami luka-luka.

Ledakan kedua menimpa seorang wanita tua yang kini berada dalam kondisi kritis. Dia terluka usai mengambil sebuah paket di depan rumahnya.

(Baca Juga: New York Diguncang Ledakan Bom Pipa)

Kepolisian meyakini, kedua ledakan itu terkait dengan ledakan yang terjadi pada 2 Maret lalu. Seorang pria usia 39 tahun tewas setelag membuka bom paket.

“Insiden ini yang ketiga. Kami meyakini peristiwa terakhir terkait dengan yang terjadi 10 hari lalu,” kata kepala polisi kota Austin, Brian Manley.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi penting terkait insiden tersebut dapat segera menghubungi pihak berwenang.

Sementara kantor gubernur Texas menawarkan hadiah senilai 15.000 dollar AS bagi siapa saja yang memberikan informasi untuk membantu penyelidikan.

Sejauh ini, penyidik belum menemukan bukti yang mengubungkan dengan tindakan terorisme dan belum menetapkan motif, termasuk identitas pengirim paket bom. Namun, polisi mempertimbangkan faktor kebencian rasial melatarbelakangi insiden tersebut, mengingat korban tewas merupakan warga Afrika-Amerika dan keturunan Spanyol.

“Ada dua korban yang merupakan orang Afrika-Amerika dan korban tewas wanita adalah seorang keturunan Spanyol berusia 75 tahun,” ujar Manley.

Ketiga paket bom tidak dikirim melalui kantor pos atau perusahaan pengiriman lainnya. Paket-paket itu ditinggalkan di depan rumah atau pintu tanpa mengetuknya atau membunyikan bel.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *