Palsukan Dokumen, Dua Terdakwa Ini Divonis 1 Tahun Penjara

oleh
Dua terdakwa saat menjalani persidangan di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Dua terdakwa pemalsuan dokumen Nurchasan dan HM Ichsan akhirnya diganjar oleh majlis hakim pengadilan negeri Surabaya dengan masing – masing hukuman 1 tahun penjara.

Dalam amar putusan yang dibacakan hakim ketua Pujo Saksono SH MH mengatakan jika kedua terdakwa telah terbukti melanggar pasal 263 Ayat 2 Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Nurchasan dan Ichsan terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan surat dengan masing-masing 1 tahun penjara” ujar hakim Pujo saat membacakan vonis ke dua terdakwa.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, JPU, Damang Anubowo yang menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 1,6 tahun penjara.

Pada vonis tersebut, pertimbangan yang memberatkan kedua terdakwa tidak mengakui perbuatanya. Sedangkan hal – hal yang meringankan kedua terdakwa bertindak sopan pada persidangan.

Menanggapi vonis majlis hakim, kedua terdakwa menyatakan banding dan berlanjut di Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

Untuk diketahui, kedua terdakwa diduga memalsukan surat atau dokumen terkait Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB) dikawan Gunung Anyar, Rungkung, Surabaya.

Pada tahun 1991, melalui PT Redtabun Karya telah dilakukan penjualan tanah kavling seluas 12.000m² (dua belas ribu meter persegi) dari luas tanah 15540m² (lima belas ribu lima ratus empat puluh meter persegi).

Sementara itu ketua paguyuban pemilik kavling, Tanto Wibowo mengapresiasi putusan majlis hakim pengadilan negeri Surabaya. Selain itu, Tanto menilai jika majlis hakim pada perkara ini obyektif dan cermat dalam menganalisa perkara ini.

“Kami juga berterima kasih kepada JPU yg mampu mempertahankan dan membuktikan isi dakwaan. Ini menunjukkan masih ada keadilan di negara kita. Semoga putusan ini bisa membuat terdakwa intropeksi dan tidak mengulangi perbuatannya dan juga putusan ini juga menjadi semangat buat masyarakat utk berani melawan mafia tanah” tukas Tanto. (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.