Pancasila Dilecehkan 2 Tahun Lalu, Baru Hari Ini Sukmawati Laporkan Habib Rizieq

Sukmawati Soekarnoputri (kiri) mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Kamis (27/10) untuk melaporkan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab (kanan) dengan tuduhan pelecehan pancasila dan Presiden pertama RI yang juga Proklamator Soekarno.

Sukmawati Soekarnoputri (kiri) mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Kamis (27/10) untuk melaporkan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab (kanan) dengan tuduhan pelecehan pancasila dan Presiden pertama RI yang juga Proklamator Soekarno.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pernyataan keras pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab soal Pancasila yang dirumuskan Presiden pertama RI Soekarno ada di pantat berbuntut panjang. Putri sang proklamator, Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Imam Rizieq ke Bareskrim Polri karena dianggap telah melecehkan Pancasila dan ayahnya.

Dalam laporannya, Sukmawati menganggap Riziek melanggar pasal 154a KUHP, tentang penodaan lambang negara.

“Perihal penodaan terhadap lambang dan dasar negara Pancasila, serta menghina kehormatan dan martabat doktor insinyur Soekarno sebagai Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia,” kata Sukmawati di kantor sementara Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Dalam pernyataannya, Rizieq menyebut “Pancasila Soekarno ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala.” Pernyataan pedas itu disampaikan Rizieq saat berceramah di wilayah Jawa Barat, dua tahun lalu dan videonya sudah beredar luas.

Ada dugaan politis di balik tindakan Sukmawati yang baru melaporkan Rizieq sekarang. Sebab video ceramah Rizieq itu sudah beredar dua tahun lalu.

Sukmawati bahkan tidak berbuat apa-apa saat pertama kali ia mengetahui video tersebut pada Hari Pancasila 1 Juni 2016 lalu.

Tapi baru kali ini, Sukmawati mengaku melaporkan Rizieq ke polisi setelah kasus ini dirapatkan bersama sejumlah teman-temannya yang juga merasa tersinggung.

“Marah sekali saya, sangat tersinggung,” ujar adik Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ini.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Front Pembela Islam Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin menganggap laporan Sukmawati Soekarnoputri sekadar pengalihan isu.

Menurut dia, laporan sengaja dibuat untuk menutupi pengusutan kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Ini hanya mengada-ada. Pengalihan isu saja tentang Ahok,” ujar Novel, Kamis (27/10). (kc/gbi)