Partai Idaman Gagal Jadi Peserta Pemilu, Rhoma Mengadu ke Bawaslu

Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama (kanan) dan Sekjennya Ramdansyah mendatangi Bawaslu untuk mengadukan tidak lolosnya PArtai Idaman dalam verifikasi administrasi calon peserta Pemilu 2019.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ketum Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) Rhoma Irama mengadukan keputusan Komisi Pemilihan Umum ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Senin (23/10). Rhoma tak terima dengan keputusan KPU yang menolak partainya sebagai calon peserta pemilu 2019.

Rhoma datang ke Kantor Bawaslu d Jalan MH THamrin Jakarta didampingi Sekjen Idaman, Ramdansyah sekitar pukul 13.20 WIB, Senin (23/10). “Untuk melapor terkait enggak diterimanya kita (Idaman) sebagai pendaftar. Ini kita mau konsultasikan,” ujar Rhoma di kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (23/10).

Ramdansyah sebelumnya mengatakan partainya akan mengajukan gugatan ke Bawaslu. Gugatannya terkait dengan mekanisme pengisian data partai pada sipol, yang menjadi syarat wajib dalam pendaftaran peserta Pemilu 2019.

Sebelumnya, KPU sebelumnya menolak pendaftaran 13 parpol sebagai peserta Pemilu 2019 karena dokumen persyaratannya tidak lengkap. Salah satunya Partai Idaman yang dibidani Rhoma Irama.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan parpol yang tidak menyerahkan dokumen dengan lengkap dalam proses pendaftaran tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2017. (dt/bmb)