Pasutri Pemilik Sabu 4 Kg Divonis 12 dan 6 Tahun Penjara

oleh
Fajar Hendrawan (37) , terdakwa kasus peredaran narkoba dengan barang bukti 4 kg sabu divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (26/10).
Fajar Hendrawan (37) , terdakwa kasus peredaran narkoba dengan barang bukti 4 kg sabu divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (26/10).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis kepada pasangan suami istri pemilik narkoba empat kilo gram jenis sabu, Fajar Hendrawan (37) dan Andria Rosa (23) masing 12 tahun dan 6 tahun kurungan penjara.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan dua Jaksa Penuntut Umum, Rista Erna Soelistyowati dan Suci Anggraeni. Jaksa menuntut kedua terdakwa dihukum 17 tahun penjara.

“Menyatakan terdakwa Fajar Hendrawan telah terbukti secara sah menjadi perantara jual beli serta kepimilikan narkotika, menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun” Terang hakim ketua Dede Suryaman di uang Garuda II Pengadilan Negeri Surabaya. Kamis (26/10)

Pertimbangan yang memberatkan adalah karena terdakwa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba. Ssedangkan hal yang meringankan bahwa terdakwa telah mengaku terus terang menyatakan menyesal dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Atas putusan tersebut, terdakwa Fajar langsung menyatakan terima atas vonis  yang dijatuhkan hakim, namun tim jaksa yakni Rista Erna Soelistyowati dan Suci Anggraeni menyatakan pikir pikir, lain halnya dengan terdakwa Andria Rosa, ibu muda yang sedang hamil ini jadi korban atas perbuatan suaminya.

Adapun Andria Rosa divonis enam tahun penjara oleh majelis hakim. Vonis ini seusai dengan tuntutan jaksa.

Andria Rosa (23) divonis 6 tahun penjara karena ikut bersama suaminya saat membawa sabu 4 kg.

Namun Galih Dewangga, selaku kuasa hukum terdakwa dari LBH Lacak mengaku keberatan dengan vonis hakim yang dianggap terlalu berat. Ia berdalih, kliennya tidak tahu soal bisnis narkotika yang dijalankan suaminya.

“Terdakwa hanya tau jika dirinya diajak jalan jalan ke Surabaya oleh suaminya, masak diajak suami jalan jalan mau tanya kemana, ada perlu apa, bawa barang apa,” ujar Galih.

Apalagi, Galih mengtatakan, Andria Rosa saat ini sedang mengandung. “Jadi seharusnya terdakwa Andria itu dihukum seringan ringannya apa lagi terdakwa sedang hamil, kasihan.” (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *