Paus Fransiskus Ngamuk Salib Disalahgunakan untuk Fesyen

oleh
Paus Fransiskus mengkritik penggunaan Salib dalam fesyen.

GLOBALINDO.CO, VATIKAN – Penggunaan simbol-simbol agama dalam dunia mode atau fesyen memantik amarah para pemuka agama. Tak terkecuali Paus Fransiskus.

Dalam pidato terbarunya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus Fransiskus menunjukkan amuknya dengan mengkritik keras pada orang-orang yang mengenakan salib sebagai bagian dari fesyen belaka. Paus Fransiskus menyebut tindakan ini sebagai penyalahgunaan.

Pria berusia 81 tahun itu mengatakan, simbol agama harus direnungkan dan dipahami daripada dikomersialkan sebagai aksesoris yang trendi.

“Salib bukanlah benda hias atau aksesori pakaian yang kadang-kadang disalahgunakan. Citra Yesus yang disalibkan mengungkapkan tindakan kasih yang tertinggi, sumber kehidupan dan keselamatan bagi manusia,” kata Paus Fransiskus seperti laporan The Independent, Kamis (22/3/2018).

(Baca Juga: Pernikahan Tidak Lagi Berlaku di Zaman Ini, Kata Paus Fransiskus)

Paus melanjutkan, dengan menjelaskan bagaimana salib harus dianggap lebih dari sekadar objek estetika. Ia mengingatkan tentang makna religiusnya yang kuat dengan menjelaskan apa maknanya bagi dirinya.

“Bagaimana saya melihat salib? Seperti sebuah karya seni, untuk melihat apakah itu indah atau tidak indah? Atau apakah saya melihat ke dalam, di dalam luka-luka Yesus sampai ke hatinya? Yesus ingin memperjelas bahwa urusannya yang ekstrem – yaitu, salib, kematian, dan kebangkitan – adalah tindakan yang menghasilkan. Luka-lukanya telah menyembuhkan kita – buah yang akan berbuah bagi banyak orang,” ucapnya.

Paus Fransiskus juga berkomentar bahwa salib telah menjadi pokok busana yang populer selama bertahun-tahun. Tokoh-tokoh seperti Madonna, Jennifer Aniston dan Naomi Campbell sering terlihat memakai perhiasan salib. Entah atas nama gaya datau kepercayaan.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *