PCNU Surabaya Minta Perda Pelarangan Minuman Beralkohol Segera Diundangkan

oleh
Ketua PCNU Kota Surabaya, Muhibbin Zuhri (batik hijau).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri mendesak Peraturan Daerah tentang Pelarangan Minuman Beralkohol yang sudah disahkan pada 10 Mei 2016 segera diundangkan. Permintaan itu menyusul adanya tiga korban jiwa dalam pesta miras pada Minggu (22/4).

Menurut Muhibbin Zuhri, adanya korban jiwa akibat minuman keras menunjukan jika kota Surabaya sedang dalam darurat minuman keras. Apalagi, Surabaya selama ini dikenal sebagai kota metropolitan.

“Perlu segera diundangkan. Selebihnya petugas penegak perda harus lebih tegas dalam menegakan aturan,” tegas Muhibbin Zuhri, Senin (23/4/2018).

Tidak hanya itu, Muhibbin juga meminta peran aktif masyarakat dalam mengawasi peredaran minuman beralkohol dan membantu pembinaan keluarga dan lingkungan.

Terkait adanya dua jenis minuman keras di masyarakat, menurutnya, baik minuman keras pabrikan maupun minuman keras oplosan sama-sama dilarang. Bahkan minuman keras pabrikan tipe A, B maupun C semuanya dilarang dalam perda.

“Jika ini segera diterapkan, maka aparat pemkot bekerja sama dengan pihak kepolisian harus terus memantau keberadaan minuman keras di supermarket, hotel dan restauran. Jika ada maka, aparat perlu menindak atas pelanggaran itu,” katanya.

Khusus minuman keras oplosan, Muhibbin meminta aparat kepolisian lebih meningkatkan fungsi sersenya untuk mendeteksi pihak-pihak yang memproduksi dan penjualnya. Selanjutnya diikuti dengan penindakan sebelum ada korban berikutnya yang berjatuhan.

“Kafe-kafe tidak berizin yang akhir-akhir ini banyak tumbuh di sudut-sudut kota juga harus segera ditindak atau ditutup. Karena tidak menutup kemungkinan salah satu tempat konsumsi minuman keras,” punya Muhibbin.

Untuk diketahui sedikitnya tiga warga Pacar Keling IV, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya diketahui tewas setelah diduga meminum minuman keras yang dioplos pada Sabtu (21/4) malam.

Kejadian tersebut bermula pada saat ketiga korban meminum minuman keras yang dioplos secara berturut-turut yakni mulai Jumat (20/4) sore, Sabtu (21/4) pagu, sore dan malam.

Pada Sabtu (21/4) malam, mereka pulang dalam kondisi tidak sadar. Satu orang pulang ke rumah dan meninggal pada Minggu dini hari pukul 03.00 dan dimakamkan pukul 12.00 siang ini. Sedangkan dua korban lainnya, meninggal pada Minggu siang ini pukul 12.00 dan dimakamkan pada Minggu sore. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *