PDI-P Surabaya Laporkan Bawaslu ke DKPP

oleh
Wakil Ketua Bagian Hukum DPC PDI-P Kota Surabaya, Anas Karno.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – DPC PDI-P Kota Surabaya secara resmi melaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) di Jakarta kemarin, Rabu (24/4).

Wakil Ketua Bagian Hukum DPC PDI-P Surabaya Anas Karno menuturkan, langkah tersebut diambil setelah ada tudingan massif soal penggelembungan suara ketika penghitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kita mengambil langkah konstitusional dengan melaporkan pihak Bawaslu Surabaya ke DKPP,” ujar Anas Karno.

PDI-P memilih melaporkan Bawaslu terlebih dahulu karena adanya rekom dari lembaga yang dipimpin oleh Hadi Margo Sambodo tersebut. Di mana Bawaslu secara resmi telah mengeluarkan surat untuk dilakukan penghitungan ulang suara di puluhan kecamatan yang ada di Surabaya.

“Di sana (DKPP) surat kami sudah diterima dan tinggal menunggu panggilan,” jelasnya.

Anas mengaku sangat menyesalkan atas tindakan yang diambil Bawaslu. Dia menilai tidak perlu dilakukan adanya penghitungan ulang di semua TPS. “Seharusnya tidak semua,” jelas dia.

Anas akan sangat memaklumi jika yang diminta perhitungan ulang di beberapa TPS saja. Sebab, soal selisih suara memang wajar kadang bisa terjadi. “Tapi kalau semua ya mustahil,” tuturnya.

Anas mengingatkan seharusnya Bawaslu berkerja dengan tahapan demi tahapan. Tidak lantas mengambil keputusan sendiri sebelum adanya laporan.

“Kami curiga, karena tidak lama setelah itu ada lima partai yang juga meminta untuk dilakukan perhitungan ulang. Keputusan tersebut murni dari Bawaslu atau karena adanya intervensi,” lanjut dia.

Ditanya soal tuntutan dari PDIP? Anas mengatakan ada beberapa point. Namun intinya meminta agar penghitungan ulang di semua wilayah tidak terjadi.

“Kemudian pihak Bawaslu harus mendapatkan sanksi juga,” bebernya.

Jika sampai terjadi penghitungan ulang Anas khawatir akan berdampak buruk bagi masyarakat. Sebab kondisi Surabaya dianggap sudah cukup kondusif saat ini. “Jangan sampai bergejolak,” tuturnya.

Selain itu imbuh Anas saat ini sudah banyak petugas TPS yang bertumbangan karena sakit dan bahkan ada yang sampai meninggal. “Kalau sampai dilakukan penghitungan ulang apa tidak kasihan sama petugas di lapangan,” imbuhnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.