PDRB Rp 520,6 triliun, Ekonomi Jatim Tumbuh 5,37 Persen

Badn Pusat Statistik Jatim mencatat perekonomian di provinsi ini pada kuartal III 2017 tumbuh 5,37 persen.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur masih menjadi yang terdepan di antara daerah lain. Perekonomian Jatim pada kuartal III 2017 tumbuh 5,37 persen jika diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 520,6 triliun.

“Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 381,3 triliun,” kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Jatim, Khaerul Agus, di Kantor BPS Jatim, Surabaya, Senin (6/11).

Khaerul menjelaskan pertumbuhan ekonomi ini meningkat dibanding tahun sebelumnya pada periode sama yang tumbuh 5,12 persen.  Namun demikian, situasi ini melambat jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,57 persen.

Sementara produksi semua lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan usaha pengadaan listrik dan gas tumbuh 8,97 persen. Kemudian, diikuti konstruksi 7,62 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 7,56 persen.

Khaerul menjelaskan, struktur perekonomian Jawa Timur menurut lapangan usaha kuartal III 2017 didominasi tiga lapangan usaha utama. Ketiganya adalah industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 28,41 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,65 persen, serta perdagangan besar eceran dan reparasi mobil-speda motor sebesar 18,42 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur kuartal III 2017 terhadap kuartal sebelumnya (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 3,74 persen. Faktor musiman pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan mewarnai pertumbuhan tersebut.

“Terjadi panen raya beberapa komoditas tanaman perkebunan seperti tebu dan tembakau. Sementara beberapa komoditas tanaman pangan sudah melewati masa panen,” ujar Khaerul.

Selain itu, pembayaran gaji ke-13 PNS juga mempengaruhi pertumbuhan lapangan usaha administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib.

Sementara BPS mencatat Pulau Jawa menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa pada triwulan ketiga 2017 sebesar 5,51 persen.

Sedangkan kontribusi terendah, menurut BPS, berasal dari Maluku dan Papua dengan total 2,47 persen. Ekonomi di wilayah tersebut tumbuh 3,98 persen.

Meski masih didominasi Jawa, pertumbuhan ekonomi di setiap provinsi menunjukkan kinerja positif.  Sumatera menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap PDB, yaitu 21,54 persen.

Ekonomi di daerah tersebut tumbuh 4,43 persen. Adapun kontribusi dari Kalimantan 8,10 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan ekonomi 4,67 persen.

Di Sulawesi, pertumbuhan ekonominya mencapai 6,69 persen, tapi kontribusinya terhadap PDB lebih rendah dari Kalimantan, yaitu hanya 6,16 persen. Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi terhadap PDB 3,22 persen meski ekonominya tumbuh 5,24 persen. (rp/bmb)