Pecat Rektor UNJ, Menristek Dikti Digugat ke PTUN

Djaali yang dipecat Menristek Dikti dari jabatannya sebagai Rektor UNJ.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Aksi pemecatan yang dilakukan Menristek Dikti pada Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Gugatan dilayangkan oleh Profesor Djaali. Djaali menyebut, pemecatannya sebagai Rektor UNJ ambigu dan tendensius.

“Saya belum dikirim (surat) resmi ke saya, makanya saya menggugat, SK belum tanda tangan,” kata Djaali di komplek DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017).

Djaali mengaku tidak terima jika dirinya dipecat terkait tuduhan plagiarisme. Sebab, dia mengaku belum mendengar hasil temuan dari tim independen terkait dugaan plagiasi disertasi di bawah kepemimpinannya.

“Sampai saya diberhentikan rektor, tim independen belum ada keputusan. Belum ada kesimpulan secara yuridis bahwa ada plagiat. Jadi plagiat itu baru di media,” urai Djaali.

Dalam SK itu alasan pemberhentiannya tertulis karena dugaan pelanggaran disiplin. Djaali mengaku kecewa karena surat pemberhentiannya tidak menyebut lugas pelanggaran disiplin apa yang dia lakukan.

(Baca Juga: Dipecat Menristek Dikti, Rektor UNJ Lapor Bareskrim Polri)

“Seharusnya tim independen kerja dulu, sampai hari ini belum final. Sampai hari ini saya juga belum tahu hasilnya. Mestinya kita undang tim independen untuk ini meneliti betul disertasi 5 ini,” jelasnya.

Saat ini dia menunggu putusan pengadilan terkait pemberhentiannya itu. Jika pun kembali menjabat dia masih punya sisa waktu tujuh bulan sebelum pensiun.

“Kalau saya mengikuti jalur hukum, gimana perintah pengadilan saya patuh. Kalau kembali, Insyaallah saya kembali meski dengan berat hati. Waktunya sisa 7 bulan lagi. Bagi saya untuk kepentingan Indonesia. Djaali siapa sih, hanya guru sudah 40 tahun, berbuat sesuatu untuk negeri, hanya anak desa, hanya muridnya banyak,” ujarnya.

Selain menggugat SK ke PTUN, Djaali juga melaporkan Ketua Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Supriyadi Rustad dan dosen UNJ Ubaidilah Badrun ke Bareskrim Mabes Polri. Keduanya dilaporkan dengan tuduhan mencemarkan nama baik dan fitnah.

“Sementara ini Menteri jadi saksi, Dirjen, Ali Ghufron jadi saksi. Karena yang mulai Tim EKA, buktinya dari media,” kata penasihat hukum Djaali, Agus Kilikily.(dtc/ziz)