Pedagang Berharap Dugaan Korupsi di PD Pasar Surya Diusut Tuntas

Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, saat memeriksa pedagang dalam kasus dugaan korupsi penggelapan dana di PD Pasar Surya.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, saat memeriksa pedagang dalam kasus dugaan korupsi penggelapan dana di PD Pasar Surya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, mengusut dugaan korupsi di internal PD Pasar Surya mendapat apresiasi dari pedagang Pasar Wonokromo.

Semenjak kasus korupsi PD Pasar Surya diambil alih kejaksaan negeri Surabaya, sudah ada dua dari empat tersangka yang dijebloskan ke rutan Medaeng.

Kordinator Pedagang Pasar Seluruh Surabaya (PPSS) Busyiri mengatakan, para pedagang sebelumnya pesimis dengan penanganan kasus tersebut. Sebelum diambil alih kejaksaan, masalah dugaan korupsi sebenarnya telah dilaporkan ke Polrestabes.

Meski para para pedagang telah dipanggil untuk dimintai keterangan ternyata kasus itu menguap begitu saja. Parahnya, bukti yang sudah diserahkan pedagang ke Kejari dinyatakan hilang.

“Ketika ditangani Polrestabes kasus tersebut berhenti ditengah jalan, dengan alasan semua berkas hilang,” ungkap Busyiri, Rabu (2/11/2016).

Busyiri berharap, pengusutan kasus dugaan korupsi tidak berhenti di tengah jalan begitu saja. Sebab penyelewengan di PD Pasar sudah lama terjadi.

“Kami berharap tidak hanya berhenti sampai disini. Namun harus masuk ke yang lebih besar lagi,” harapnya.

Untuk tersangka lain yang belum belum ditahan. Menurut dia, dengan banyaknya tersangka yang ditahan bisa dijadikan pintu masuk untuk mengusut kasus yang lebih besar di PD Pasar.

“Semoga tersangka lainnya, yang juga ikut menilep (selewengkan) uang pedagang dengan modus yang sama juga ditahan,” tandas Busyiri.

Untuk diketahui, semenjak kasus tersebut diambil alih Kejaksaan Negeri Surabaya sudah ada dua orang dari empat tersengka yang ditahan di rutan Medaeng Surabaya. Diantaranya Kepala Keuangan pasar Wonokromo serta kepala Pasar Kembang.

Saat ini, tinggal dua orang lagi yang masih menjalani proses pemeriksaan yaitu, Pasar Keputran Selatan dan pasar Baba,an Baru. (bmb/gbi)