Pegawai BTPN Sebut Dua Saksi Satu Tim dengan Terdakwa Penipuan Deposito

oleh
Pegawai BTPN Yusmiati yang bersaksi dalam sidang kasus penipuan dan penggelapan uang bermodus simpanan deposito dengan terdakwa Yayuk Lestari Ningsih di PN Surabaya, Rabu (10/1).
Pegawai BTPN Yusmiati yang bersaksi dalam sidang kasus penipuan dan penggelapan uang bermodus simpanan deposito dengan terdakwa Yayuk Lestari Ningsih di PN Surabaya, Rabu (10/1).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kesaksian seorang pegawai BTPN Surabaya Yusmiati di sidang penipuan dan penggelapan uang Rp 2,8 miliar bermodus simpanan deposito dengan terdakwa Yayuk Lestari Ningsih semakin menguatkan dugaan keterlibatan dua rekan terdakwa, Candra dan Ita.  Saksi Yusmiati menyebut, jika Ita dan Candra memang satu tim dengan terdakwa di divisi marketing BTPN Surabaya Jalan Kertajaya Nomor 30.

“Semua orang kantor tahu jika Ita, Candra dan terdakwa ini satu tim saat masih bekerja di Bank BTPN,” ujar Yusmiati warga Jalan Pakis Blora, Surabaya dalam kesaksiannya di sidang lanjutan kasu spenipuan di PN Surabaya, Rabu (10/1).

Hanya saja, saksi tak bisa memastikan apakah Ita dan Candra memang kecipratan duit hasil penipuan yang dilakukan terdakwa Yayuk.

Terdakwa Yayuk saat ditanya majelis hakim, membenarkan keterangan saksi Yusmiati. Saat bekerja di BTPN Surabaya, Yayuk mengaku satu tim dengan Ita dan Candra di divisi maketing.

“Saksi Ita bertugas menyakinkan korban, sedangkan saksi Candra mencari stempel,” ujar Yayuk di hadapan majelis hakim.

Usai sidang, keluarga terdakwa yang mengaku sebagai kakak terdakwa, Erni Zuliati menyebutkan jika memang Ita dan Candra menerima aliran dana dari terdakwa. Karena itu, pihaknya meminta kedua rekan adiknya itu juga dijerat dalam kasus penipuan dan penggelepan uang milik Sri Wahyuni.

“Kedua saksi Ita, dan Candra ikut merasakan dan menikmati hasil dari uang itu, ada sebab ada akibat, masak adik saya aja yang dimasukkan,” ujar Erni seorang Analis Laboratorium Kesehatan, Pakuwon.

Kuasa hukum, Irma Rahmawati mengatakan jika terdakwa dalam kasus ini sudah beritikad dengan mengembalikan uang kepada saksi korban, Sri Wahyuni senilai Rp 1 miliar 50 juta dihadapan notaris Yudi Susanto. Menurutnya, pengembalian duit yang tertuang dalam surat perjanjian ini juga disaksikan korban Sri Wahyni serta dua saksi yaitu saksi Ita dan Candra.

Irma menilai kedua saksi ini turut serta melakukan pemalsuan dokumen scanner dan deposito bilyet Bank Panin serta menikmati sejumlah uang dari hasil penipuan dan penggelapan.

“Saya harapkan putusan hakim nanti menyatakan dua saksi (Ita dan Candra) sesuai pasal 55 ayat (1). Karena mereka turut serta bersama-sama dalam pemalsuan dokumen,” kata Irma.  (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *