Pegawai Marketing Bank Ini Loloskan Kredit Fiktif Rp 16,3 Miliar, 70 Sales Dirumahkan

oleh
Kepala Cabang Bank CTBC Surabaya Fransisca Leonora Wiharjo yang bersaksi di sidang pemalsuan kredit (kredit bodong) di Bank CTBC dengan terdakwa Rudi Desmon Tampidi PN Surabaya, Senin (12/2).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sepak terjang Rudi Desmon Tampi, Account Officer (AO) Bank CTBC yang meloloskan 600 kredit fiktif terkuak dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (12/2). Akibat perbuatan terdakwa Rudi, Bank CTBC ditaksir mengalami kerugian hingga Rp 16,3 miliar dan 70 karyawan bank tersebut diberhentikan sementara.

Saksi Fransisca Leonora Wiharjo sebagai Kepala Cabang Bank CTBC Surabaya yang bersaksi di persidangan mengatakan, terdakwa dibantu dua rekannya, Budi Anak Robert Taning dan Ade Diyan Sanura telah menangani pengajuan kredit bodong dari 60 perusahaan. Beberapa di antara perusahaan tersebut adalah PT Sung Hyun, PT Karya Tugas, PT Citra Kemasan dan PT Cipta Mandiri.

“Outstanding dari 600 data pengajuan kredit fiktif yang dilakukan terdakwa dan dua rekanya ke Bank CTBC Jakarta pusat telah merugikan Bank CTBC dengan total kerugian Rp 16,3 miliar,” kata Fransiska di hadapan Majelis Hakim, Senin (12/2)

Menurut Fransiska, karena perbuatan terdakwa ini pula, pihak Bank CTBC memaksa 70 karyawan bagian sales officer (SO) menganggur di rumah. Sebanyak 70 karyawan tersebut masih dicurigai terlibat kasus ini.

Sehingga mereka harus menunggu proses hukum terdakwa Rudi Desmon Tampi untuk membuktikan bahwa tidak terlibat dan bisa mendapatkan pekerjaannya kembali. “Ini perintah Kepala Bank CTBC Jakarta Pusat. 70 karyawan Sales Officer (SO) diberhentikan sementara,” jelas Fransiska.

Saksi lain yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, Condro Sulaksono selaku Supervisor Colection Bank CTBC Jakarta Pusat mengatakan jika perbuatan terdakwa Rudi baru terkuak pada bulan Oktober 2017. Hal ini setelah pihaknya melakukan audit dan pemeriksaan silang ke perusahan-perusahan penerima kredit.

“Dari hasil audit internal yang dilakukan pihak audit Bank CTBC Jakarta dan OJK mencapai 16,3 miliar,” ujar saksi Condro Sulaksono menjawab pertanyaan JPU Farkhan Junaidi.

Perlu di ketahui terdakwa, Rudi Desmon Tampi telah melakukan pemalsuan data berupa KTP Palsu, NPWP Palsu dan SPK Palsu yang bekerjasama dengan perusahaan untuk mengajukan Kredit via Aplikasi Kredit Bank CTBC Jakarta. Atas kelakuan terdakwa sesuai pasal 49 ayat (1) huruf a UU 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP Jo Pasal 64 ayat (4) KUHPidana. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *