Pejabat RI Diduga Terlibat Skandal Suap MAXpower, KPK Koordinasi dengan FBI

maxpower

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Skandal suap perusahaan asal Amerika Serikat, Maxpower melalui Standard Chartered disebut-sebut melibatkan pejabat Indonesia.  Untuk menelusuri dugaan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi akan berkoordinasi dengan Federal Bureau of Investigation yang juga sedang mengusut kasus ini.

Dalam waktu dekat, dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo (Ketua) dan Saut Situmorang (Wakil Ketua) segera terbang ke AS untuk bertemu dengan petinggi FBI.

“Mungkin dua minggu ke depan Pak Agus dan Pak Saut, insya Allah akan ke FBI mempererat kerja sama. Karena kasus korupsi juga semakin transnasional (lintas negara),” ucap Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief di Jakarta, Kamis, (6/10).

Berdasar informasi yang diperoleh KPK, kasus ini melibatkan uang dalam jumlah besar. “Info yang kami dapatkan dari otoritas Amerika, kasus ini melibatkan penyelenggara publik dan nilainya besar,” kata Laode.

Berdasarkan internal audit yang dilakukan terhadap MAXpower Group, kontraktor pembangunan pembangkit listrik di Asia Tenggara ini menunjukkan adanya dugaan praktik suap dan pelanggaran hukum lain. Departemen Kehakiman AS mengungkapkan, tengah menggelar investigasi terhadap Standard Chartered PLC, atas dugaan penyuapan untuk memenangkan kontrak pembangkit listrik di Indonesia.

Standard Charterd mulai membeli saham MAXpower pada 2012, dan baru tahun lalu menguasai saham mayoritas setelah menyuntikkan dana tunai sebesar USD 60 juta. Pembelian saham ini membuat total investasi yang terkumpul menjadi USD 143 juta. (vin/gbi)