Pelajar di Surabaya Berpeluang Besar Menjadi Pilot

oleh

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Lion Air Group, ternyata cukup menguntungkan bagi masyarakat Surabaya. Fakta tersebut disampaikan oleh President and CEO Lion Air Group Edward Sirait.

Edward mengatakan, kerjasama cukup menguntungkan bagi dua belah pihak. Sebab, Lion Air sangat membutuhkan tenaga teknisi banyak ke depannya, apalagi dunia penerbangan terus berkembang.

“Bicara industri perawatan pesawat, bukan hanya milik kami, tapi juga dari luar negeri bisa perawatan kesini. Hingga tahun 2025, kebutuhan teknisi sekitar 20 ribu,” kata Edward, saat penandatanganan memorandum of understanding (MoU), Kamis (24/5/2018).

Erdward menjelaskan beasiswa yang kerjasama dengan Pemkot Surabaya ini merupakan yang pertama dan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan untuk perekrutan pramugari dan pilot.

“Pramugari juga kita lakukan seleksi melalui Dinas Sosial Surabaya, mungkin juga pilot, tapi tahun ini baru teknisi,” tandas Edward.

Beasiswa ini, lanjut dia, merupakan bagian dari tanggungjawab sosial Lion Air Group untuk memberikan hak-hak yang sama bagi mereka-mereka yang kurang mampu. Mereka itu memang harus diberi kesempatan supaya bisa berkembang.

“Kami harap kerjasama ini bisa semakin langgeng dan dikembangkan ke depannya,” imbuhnya.

Sementara Dirut PT Batam Aero Technic (BAT) I Nyoman Rai Pering Santaya mengatakan, SDM lulusan Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) yang telah dipilih oleh Pemkot Surabaya nantinya dipersiapkan untuk memperkuat BAT.

Untuk diketahui, PT BAT merupakan anak perusahaan Lion Air Group yang bergerak di bidang Maintenance, Repairing, and Overhole Pesawat dengan fasilitas di Batam yang mampu menampung 48 pesawat.

BAT yang kini sudah berkapasitas hampir sama dengan GMF, membutuhkan tenaga dengan skill tinggi berskala internasional di bidang teknisi pesawat untuk memperkuat fasilitas yang terus dikembangkan oleh BAT.

Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya Setyo MM menjelaskan, posisi ATKP dalam skema kerjasama ini adalah untuk melakukan pendidikan terhadap anak-anak terpilih. Seleksi SDM calon teknisi penerbangan ini pertama dilakukan oleh Dinas Sosial Surabaya, untuk kemudian menjalani seleksi persyaratan mengikuti pendidikan di sini.

“Nanti, persyaratan untuk menjadi pegawai, psikotes, dan tes bahasa Inggrisnya, itu yang menentukan nanti Lion Group,” kata Setyo.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya dengan Lion Air Group telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) tentang pemanfaatan dan pengembangan potensi Kota Surabaya atas prinsip kemitraan dan memberikan manfaat. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *