Pelaksanaan Coblos Ulang di Manukan Kulon Berjalan Lancar

oleh
Pelaksanaan coblos ulang di Manukan Kulon, Tandes, Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) dalam pilkada Jatim, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 49, Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya yang digelar hari ini berjalan dengan lancar, Minggu (1/7/2018). Ada sekitar 381 warga yang mengikuti coblos ulang di TPS 49.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Purnomo Satriyo Pringgodigdo menuturkan, pelaksanaan PSU sampai saat ini berjalan lancar. Terlebih petugas yang disiapkan juga sangat siap.

“Sampai saat ini berjalan dengan kondusif,” ujar Purnomo Satriyo.

Purnomo menjelaskan, pelaksanaan PSU kali ini merupakan bagian dari tindak lanjut dari rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya. Rekomendasi dikeluarkan setelah ditemukannya pasangan suami istri (pasutri) berusia lanjut yang melakukan coblos ganda di TPS yang berbeda yakni di TPS 49 Manukan Kulon dan TPS 09 Manukan Wetan.

Pasutri bernama Kudori (suami) dan Sulichah (istri) itu kontrak rumah di Manukan Kulon dan mencoblos di TPS 49 terdekat dengan menggunakan formulir C6 (surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih) milik tuan rumah.

“Kejadian tersebut baru diketahui pada saat tuan rumah yang merasa tidak mendapat C6 mendatangi TPS 49 untuk mencoblos dengan menggunakan KTP elektronik,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu saksi dari Cagub dan Cawagub Jatim Khofifah dan Emil, Junaedi mengatakan pelaksanaan PSU yang digelar di TPS 49 hingga saat ini berjalan lancar.

“Coblos ulang sudah mulai pukul 07.00 WIB. Sampai saat ini tidak ada kendala. Warga juga mulai berdatangan menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Komisioner KPU Surabaya Nurul Amalia sebelumnya mengatakan sudah menjadi risiko jika partisipasi menurun saat digelar coblos ulang. Itu berdasarkan pelaksanaan PSU pada beberapa pilkada sebelumnya.

“Pengalaman melaksanakan PSU, partisipasi masyarakat selalu menurun,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tandes serta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 49 yang baru dibentuk akan melakukan sosialisasi ulang kepada masyarakat sekitar.

Ketua Panwaslu Surabaya Hadi Margo sebelumnya mengatakan pihaknya tetap memproses sesuai UU 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan wali kota, selain itu juga di TPS terdapat dua saksi dari dua pasangan calon yang mengetahui kejadian tersebut.

“Faktor yang dihitung situasional, ketika fakta berbicara, maka sesuai peraturan ya harus diulang,” katanya waktu itu. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *