Pelayanan Tiket KRL Ibukota Kacau, Penumpang Ngamuk, Menhub Lepas Tangan

oleh
Penumpang KRL di Ibukota Jakarta yang mengular lantaran kekacauan pelayanan tiket.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pelayanan KRL (kereta rel listrik) di Ibukota Jakarta, Senin (23/7/2018) hari ini kacau balau. Kekacauan dipicu penggunaan tiket kertas yang menimbulkan antrean panjang. Para penumpang yang berjubel pun meluapkan emosinya. Sementara pihak berwenang hingga Menteri Perhubungan (Menhub) seakan lepas tangan.

Salah satu pengguna KRL yang terjebak dalam antrean karcis ini ialah komisioner Komnas HAM, Choirul Anam. Choirul yang merupakan pengguna setia KRL sejak 2005 mengaku kecewa. Dia menyesalkan sosialisasi atas perubahan sistem ticketing hari ini.

“Saya bagian dari yang antre ini karena setiap hari naik KRL. Saya pengguna KRL sejak 2005 sampai saat ini. Momen ini parah sekali. Seperti kayak sebelum ada perubahan. Kan dulu acak kadut terus berubah bagus. Eh ini kok diulang,” kata Choirul.

Choirul mengaku naik dari Stasiun Bojong Gede menuju Tebet. Datang di stasiun pada pukul 05.30 WIB, dia sudah mendapati antrean panjang. Pagi tadi, dia hendak menuju Tebet untuk melanjutkan perjalanan ke bandara. Choirul sempat khawatir telat tiba di bandara.

(Baca Juga: KRL Commuter Line Jurusan Manggarai-Tanah Abang Anjlok di Menteng Raya)

“Deg-degan juga tadi, bagaimana kalau sampai telat?” ucap dia.

Soal perubahan sistem ini, Choirul mengatakan semestinya ada pemberitahuan lebih awal. Dia mengatakan perlu ada evaluasi terkait tata kelola sebab KRL sudah jadi salah satu moda transportasi andalan warga.

“Posisi (KRL) ini jadi jantung transportasi di Jabodetabek. Tanpa tata kelola yang baik, termasuk dalam pembenahan ini, akan melumpuhkan Jakarta secara keseluruhan. Semoga Direksi Commuter dan Menteri Perhubungan melakukan evaluasi dan pembenahan yang benar agar tidak lagi terjadi crash seperti ini,” ujar dia.

Di sisi lain, Menhub Budi Karya menyatakan bakal menggelar rapat terkait KRL yang sementara diberlakukan tiket kertas. Budi berjanji masalah ini segera selesai.

“Nanti akan kita rapatkan. Insyaallah akan segera diselesaikan,” kata Budi saat berada di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Budi menargetkan sistem e-ticketing bisa kembali diberlakukan hari ini atau besok. “kalau nggak hari ini, paling lambat besok,” ujarnya.

Saat ditanya kenapa tidak digratiskan hingga menjelang pemberlakuan e-ticketing, Budi hanya menjawab singkat. “Nanti ya nanti,” ujarnya.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *