Pemain Arema Ini Berharap Partai Final Piala Presiden Jadi Momentum Perdamaian Kedua Suporter

oleh
Pemain belakang Persebaya, Otavio Dutra saat menempel ketat pemain Arema FC Arthur Cunha.

GLOBALINDO.CO, MALANG – Derby Jawa Timur dipastikan tersaji dalam partai final Piala Presiden 2019. Kepastian itu setelah Persebaya Surabaya menyusul langkah Arema FC lolos ke partai final pasca menyingkirkan Madura United.

Seperti tahun sebelumnya, pertemuan sesama klub Jawa Timur tersebut diprediksi bakal berlangsung panas. Mengingat kedua suporter baik Bonek maupun Aremania selama ini memiliki rivalitas yang cukup sengit.

Namun gelandang Arema FC Hanif Sjahbandi ingin pertemuan sarat rivalitas ini sebagai momen berdamainya dua kelompok suporter yang selama ini tak akur tersebut.

Hanif Sjahbandi berharap dengan final ini mampu memberikan sesuatu yang sangat berbeda dan belum pernah terjadi, yaitu bersatunya dua kelompok suporter yang dikenal tidak pernah akur

“Ini yang benar-benar saya harapkan,” harap Hanif Sjahbandi.

Menurut Hanif, ia rindu dengan perdamaian di kancah sepak bola. Pemain berusia 22 tahun ini pun yakin semua pihak, sejatinya, juga menginginkan adanya perdamaian.

“Siapa sih, yang nggak ingin damai, bersahabat, dan semacamnya? Kita semua pasti ingin,” tegas Hanif.

Oleh karena itu, dirinya ingin momen final ini bisa menyatukan kita. “Saya nggak ingin momen ini justru menjadi hal yang tidak baik, apalagi jika sampai ada korban,” imbuhnya.

Senada dengan Hanif Sjahbandi, manajemen Arema juga berharap agar pertemuan antara tim berlogo singa mengepal tersebut dan Persebaya bisa disikapi dengan lebih positif.

Media Officer Arema, Sudarmaji, berharap agar pertemuan dua tim asal Jawa Timur ini bisa menjadi bukti bahwa Jatim merupakan barometer sepak bola Indonesia.

“Pertemuan klasik antara Arema FC dan Persebaya jangan dilihat dari sisi bahayanya, tapi seharusnya lebih dari sisi prestasi kedua tim,” kata Sudarmaji.

Untuk itu, pihaknya meminta supaya media lebih mengekspos prestasi kedua tim ketimbang lainnya. Hal ini agar kedua tim bisa menampilkan laga berkualitas.

Arema dan Persebaya selama ini dikenal memiliki kelompok suporter -Aremania dan Bonek- yang tak bisa dibilang akur. Bahkan rivalitas kedua kelompok ini berulang kali membawa korban, termasuk korban jiwa.

Arema sendiri akan menghadapi Persebaya pada partai puncak turnamen Piala Presiden 2019. Kedua tim ini akan bermain pada laga yang berformat kandang-tandang.

Persebaya akan menjadi tuan rumah leg pertama, yang bakal dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (09/04). Kemudian, Arema akan menjadi tuan rumah pada leg kedua, yang dijadwalkan digelar di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jumat (12/04). (bol/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.